Tito Resmi Diberhentikan Sebagai Kapolri, Bersiap Jadi Mendagri

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua kiri) saat menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)
Klik untuk perbesar
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua kiri) saat menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi resmi memberhentikan Jenderal Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Senin (22/10).

Kepastian itu datang, setelah Jokowi mengajukan surat ke DPR untuk meminta persetujuan memberhentikan Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Surat bernomor R51 dan tertanggal 21 Oktober 2019. itu dibacakan oleh Ketua DPR Puan Maharani, dalam Rapat Paripurna DPR yang digelar Selasa (22/10).

Berita Terkait : Wapres Minta Tito Hidupkan FKUB di Daerah

“Izinkan kami menyampaikan kepada sidang dewan yang terhormat, bahwa pimpinan dewan telah menerima empat buah surat Presiden RI. Alasan pemberhentian karena yang bersangkutan akan mengemban tugas negara berikutnya," kata Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10).

Sekadar informasi, tiga surat lain yang diterima Puan dari Jokowi adalah surat bernomor R48 bertanggal 9 Oktober 2019 tentang permohonan  pertimbangan atas pencalonan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Negara Sahabat untuk RI.

Lalu, surat bernomor R49 tanggal 16 Oktober 2019 tentang permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan RI. Selanjutnya, surat bernomor R52 tanggal 21 Oktober 2019 tentang Calon Pimpinan KPK masa jabatan 2019-2023

Baca Juga : Anies Pastikan Terus Pantau Potensi Penularan Corona

Karena struktur alat kelengkapan dewan belum terbentuk, Puan pun langsung menanyakan kepada anggota yang hadir terkait persetujuan terhadap pemberhentian Kapolri. 514 anggota dewan yang hadir pun menjawab setuju.

Seperti diketahui, pada Senin (21/10), Tito terlihat menyambangi Istana, pada waktu yang bersamaan dengan pemanggilan para calon menteri.

Sumber RMco.id mengungkapkan, Tito yang kala itu datang dengan seragam polisi, bakal menjadi Menteri Dalam Negeri. [QAR]