Jadi Menteri PUPR Lagi, Basuki Ajak Pegawainya Wujudkan Visi-Misi Presiden

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menyampaikan pesan kepada Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di Kementerian PUPR, Rabu (23/11).
Klik untuk perbesar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menyampaikan pesan kepada Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di Kementerian PUPR, Rabu (23/11).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dipercaya kembali menjabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabinet Indonesa Maju, Basuki Hadimuljono berkomitmen senantiasa menjaga amanah dan akan mewujudkan visi-misi presiden dalam lima mendatang. 

Pada periode kedua, Basuki mengajak seluruh jajaran Kementerian PUPR untuk menjaga kepercayaan yang telah diamanahkan oleh masyarakat dengan bekerja lebih baik dari periode sebelumnya. 

Setiap rupiah yang dibelanjakan harus bisa memberi dampak terhadap kinerja perekonomian.

“Kita bersyukur masih diberikan kepercayaan oleh Presiden Jokowi karena team work yang solid dari Kementerian PUPR,” kata Basuki saat menyampaikan pesan kepada Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian PUPR, Rabu (23/11). 

Berita Terkait : Bersama Kementerian ESDM dan Kapolri, Kemendagri Cegah Kebocoran Dalam Pendistribusian BBM di Daerah

Pria jebolan UGM ini menegaskan, kembali bahwa dalam pembangunan infrastruktur jalan agar dihubungkan dengan kawasan-kawasan strategis seperti bandara, pelabuhan, dan kawasan industri sehingga akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi. 

Dalam menjalankan tugas tersebut, Basuki mengatakan, bahwa akan bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga lainnya seperti Kementerian Perhubungan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian BUMN, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

“Saya minta Dirjen Bina Marga untuk menghubungkan jalan tol yang dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sampai exit dilanjutkan menuju kawasan strategis seperti pelabuhan, industri atau wisata dengan menggunakan APBN,” tuturnya. 

Basuki juga menyampaikan pesan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa tugas Kementeriannya hanya membelanjakan APBN, namun harus dilakukan dengan benar. 

Berita Terkait : Banjar Angkat Pamor Buah Lokal, Ratusan Varietas Durian Dikonteskan

“Tugas Kementerian PUPR adalah membelanjakan uang negara secara akuntabel, transparan, efektif dan efisien. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus bisa memberi dampak terhadap kinerja perekonomian,” katanya. 

Selain itu, lanjut Basuki tugas tersebut bukan hanya membangun infrastruktur dengan menggunakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN, namun juga memberikan layanan untuk kemudahan investasi bagi swasta dan badan usaha,” terangnya. 

Pada kesempatan tersebut, Basuki juga menyampaikan beberapa tugas Kementerian PUPR yang harus dilaksanakan hingga akhir tahun 2019. 

Pertama, menyelesaikan Sayembara Gagasan Desain Ibu Kota Negara (IKN) sampai akhir Desember 2019. Kedua, pada Sabtu (26/10) akan dilaksanakan kunjungan kerja bersama Presiden Jokowi ke Provinsi Papua, Maluku, dan Sulawesi Tengah. 

Baca Juga : Ini Alasan KPK Belum Tahan RJ Lino

Ketiga, Kementerian PUPR akan mempersiapkan workshop terkait mekanisme lelang untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur sebagai persiapan pelaksanaan tahun anggaran 2020. 

“Kita harus hati-hati membelanjakan uang negara. Mari kita berdoa bersama agar dapat menjalani periode kedua ini dengan selamat dan tetap dipercaya kredibilitas Kementerian PUPR,” kata Basuki. (FIK)