Kabinet Indonesia Maju

The Dream Team Bukan Tim Pemimpi

Presiden Jokowi dan seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju, foto bareng usai pelantikan di Istana, Jakarta, Rabu (23/10). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi dan seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju, foto bareng usai pelantikan di Istana, Jakarta, Rabu (23/10). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komposisi Kabinet Indonesia Maju mendapat apresiasi berbagai kalangan. Presiden Jokowi disebut mampu menempatkan orang-orang hebat di tempat yang tepat.

Ibarat sepakbola, kabinet ini layak dijuluki The Dream Team. Jokowi pun berharap, tim ini bisa mencetak prestasi. Bukan hanya bisa bermimpi.

Setelah diumumkan dan dilantik, Rabu (23/10), Kabinet Indonesia Maju sepi kritik. Tak banyak suara sumbang dari parpol maupun ormas. Memang terdengar ada kekecewaan dari satu dua elite.

Tapi, secara umum, tanggapan parpol baik-baik saja. Pasar uang pun menanggapi positif.

Pujian terhadap kabinet baru ini an tara lain disampaikan Ketua MPR, Bambang Soesatyo. Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menyebut, kabinet baru sebagai The Dream Team. Sebab, di adanya orang yang memiliki jam terbang tinggi, ada juga anak-anak muda kreatif.

“Saya melihat kabinet ini memenuhi harapan dan mencerminkan rekonsiliasi. Saya menyebutnya, dream team,” ucap Bamsoet saat menghadiri Saresehan dan Tasyakuran Ketua MPR, di DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Semarang, kemarin.

Bamsoet meyakini, kolaborasi antara senior dan milenial dalam kabinet ini sudah dipikirkan secara matang oleh Jokowi. Hasil dari kabinet ini pun sudah sudah bisa dilihat dalam 100 hari pertama.

Politisi Golkar ini mengurai, salah satu poin yang mendatangkan pujian terhadap kabinet baru ini adalah adanya rekonsiliasi. Yaitu, menjadikan Prabowo Subianto. yang menjadi rival Jokowi di Pilpres lalu, sebagai Menteri Pertahanan.

Berita Terkait : Nasionalisme Terbuka (2)

Selain itu, ada juga Waketum Gerindra, Edhy Prabowo, yang didapuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Kehadiran Prabowo dan Edhy dalam kabinet akan memperkuat pemerintahan Jokowi.

"Pak Prabowo punya kapasitas kemampuan dalam pertahanan, Pak Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan, sekaligus untuk rekonsiliasi. Kalau pemerintah kuat, legislatif kuat, masyarakat kuat, akan baik,” ujarnya.

Soal kehadiran anak muda, Bamsoet yakin akan memberikan warna tersendiri dalam kabinet nanti. Hanya saja, mungkin tidak bisa cepat-cepat. Karena perlu melakukan penyesuaian menghadapi birokrasi. Apalagi para anak muda ini punya latar belakang sebagai pengusaha.

“Ada nuansa baru. Kabinet kedua memberi peluang besar ke milenial, memberi motivasi anak-anak muda, mereka punya peluang sama dengan seniornya,” ungkapnya. Presiden Jokowi sepertinya ingin mempertahankan respons positif itu.

Kemarin, Jokowi mengumpulkan para menterinya dalam Rapat Kabinet Paripurna, di Istana. Ini adalah sidang kabinet perdana Kabinet Indonesia Maju. Jokowi ingin para menterinya langsung bekerja.

Rapat digelar pukul 10 pagi. Lima belas menit sebelum dimulai, para menteri sudah berdatangan. Setelannya beragam. Ada yang berbatik, ada juga yang berkemeja putih.

Sementara, Wapres KH Ma’ruf Amin, sudah kembali ke setelan lamanya, mengenakan baju koko putih dibalut jas hitam dengan bawahan sarung.

Dalam sambutannya, Jokowi memberi empat arahan. Pertama, Jokowi kembali mengingatkan bahwa tidak ada visi misi menteri. Yang ada, visi misi Presiden dan Wapres. Kata dia, dalam Kabinet Kerja yang lalu, ada satu dua menteri yang masih belum paham mengenai ini.

Berita Terkait : Perindo Dukung Penuh Kabinet Indonesia Maju

Jokowi berharap, tak ada lagi menteri ribut di luar soal apa yang sudah diputuskan dalam rapat.

"Kalau sudah diputuskan, dengan segala risiko, harus kita laksanakan. Kalau ada perubahan-perubahan atau kondisi-kondisi tertentu di lapangan, ya marilah kita tarik lagi dalam rapat internal atau rapat terbatas,” tegasnya.

Kedua, Jokowi mengingatkan para menteri untuk bekerja sama sebagai sebuah tim. Tidak bekerja secara sektoral semata. Ia tidak ingin lagi mendengar, ada menteri yang tak hadir saat diundang rapat oleh Menko.

“Hal-hal seperti ini yang harus saya garis bawahi. Sekali lagi, kerja kita adalah kerja tim,” tegasnya.

Ketiga, Jokowi ingin peraturan yang tumpang tindih terutama terkait usaha dan investasi segera disederhanakan.

Keempat, Jokowi ingin jajarannya bisa mencapai prestasi. Salah satunya adalah menciptakan lapangan kerja. Karena, lapangan kerja itu yang dibutuhkan masyarakat.

Rapat kabinet ini direspons positif pasar uang. Dalam perdagangan kemarin, IHSG tercatat menguat ke level 6.307,61 atau naik 0,80 persen dibandingkan pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Dikutip dari RTI, sepanjang awal sesi, IHSG langsung menguat dalam rentang 6.270 hingga 6.309. Tercatat sebanyak 208 emiten menguat, 135 tak bergerak, dan 138 saham melemah.

Berita Terkait : Tegas dan Tepat Tunjuk Petinggi BUMN, Erick Dapat Rapor Hijau untuk 100 Hari Kerja

Dengan kondisi ini, kapitalisasi pasar di bursa efek mencapai angka Rp 7.275,74 triliun Selain menguat, investor asing juga mencatatkan nett buy atau aksi beli bersih sebesar Rp 150,35 miliar di seluruh jenis pasar.

Aksi beli bersih paling banyak terjadi di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp 279,19 miliar. Ada pun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,11 persen ke level Rp 14.014.

Pengamat Politik Universitas Jember, Jawa Timur, Muhammad Iqbal, menilai komposisi kabinet baru ini memang layak mendapat jempol. Kehadiran sejumlah wajah baru dianggap sebagai solusi menghadapi era disruptif. Dia mengakui, kabinet ini memang tidak bisa memuaskan semua kalangan dan parpol.

Kabinet baru ini menggambarkan Jokowi bisa lepas dari berbagai tekanan politik baik dari parpol dan ormas. Misalnya, kata dia, kehadiran Mahfud MD sebagai Menko Polhukam, Prabowo sebagai Menteri Pertahanan, Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, dan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

Dalam penentuan ini, Jokowi mampu menerobos kebiasaan-ebiasaan lama. [BCG]