Asal Tak Menyusahkan Banyak Orang

Maaf, Jokowi Tak Bisa Nyenengin Semua Orang

KEPALKAN TANGAN: Presiden Jokowi pidato berapi-api saat membuka Musyawarah Besar X dan Perayaan HUT ke-60 Pemuda Pancasila, di Jakarta, kemarin. Di sini, Jokowi meminta maaf karena banyak yang tak diangkat jadi menteri. (Foto: Biro Pers Istana)
Klik untuk perbesar
KEPALKAN TANGAN: Presiden Jokowi pidato berapi-api saat membuka Musyawarah Besar X dan Perayaan HUT ke-60 Pemuda Pancasila, di Jakarta, kemarin. Di sini, Jokowi meminta maaf karena banyak yang tak diangkat jadi menteri. (Foto: Biro Pers Istana)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengungkapkan ada 300 nama yang diusulkan untuk menjadi menteri. Namun, dia hanya bisa memilih 34 orang sesuai dengan kursi menteri yang ada. Jokowi pun meminta maaf tak bisa menyenangkan semua orang. Ya Pak, dimaafkan. Asal tak menyusahkan banyak orang saja ya...

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila di Jakarta, kemarin. "Mungkin sebagian yang hadir ada yang kecewa. Mohon maaf tak bisa mengakomodasi semuanya," tutur Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, dalam seminggu ini, dia dan Wapres Ma'ruf Amin sibuk membentuk kabinet. Ada lebih dari 300 nama yang diusulkan untuk menjadi menteri di periode kedua pemerintahannya. Sementara, kursi menteri cuma 34. "Ini pekerjaan yang sangat berat," ucap Jokowi.

Berita Terkait : Jokowi Tegaskan Sebagian Besar Pasien Corona Bisa Sembuh

Menurut dia, tidak mudah menyusun kabinet ini. Harus mempertimbangkan berbagai latar belakang. Kemudian, perwakilan daerah, suku, dan agama. Serta membagi porsi antara profesional dengan kalangan partai politik.

"Saya sadar mungkin yang senang atau yang gembira karena terwakili dalam kabinet itu hanya 34 orang yang dilantik," tuturnya. "Yang kecewa berarti lebih dari 266 orang. Artinya, yang kecewa pasti lebih banyak dari yang senang," imbuh eks wali kota Solo itu.

Yang menarik, dalam acara itu, hadir Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta (OSO). Hanura sendiri tak dapat jatah menteri maupun wamen dalam kabinet.

Berita Terkait : Menteri Aman (Sementara...)

Sehari sebelumnya, Wapres Ma'ruf Amin sudah meminta maaf lebih dulu kepada para relawan pendukungnya karena tak mendapat jatah menteri maupun wakil menteri. "Saya minta maaf kepada para relawan karena mungkin banyak yang tidak bisa tertampung. Jadi terpaksa relawan tidak kebagian," ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi dan tasyakuran atas pelantikan sebagai wapres di Grand Sahid, Jakarta, Jumat (25/10).

Ma'ruf mengatakan, jabatan menteri maupun wamen dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) tidak cuma bermodal kepintaran, kemampuan, dan pengalaman. Tapi juga, garis tangan. "Saya mohon maaf, Pak Jokowi juga mohon maaf karena memang yang jadi menteri, wakil menteri itu garis tangan. Jadi yang tidak terpilih menteri atau wakil menteri tangannya belum ada garisnya. Kenapa tidak digarisin sendiri itu," tutur dia.

Ma'ruf sendiri merasa garis tangan yang membawanya menduduki jabatan RI 2 alias wapres. Dia tak pernah punya angan-angan itu. Maunya Ma'ruf, cuma jadi Kiai saja. "Makanya saya jadi rais am PBNU, jadi ketua umum MUI. Tapi rupanya garis tangan. Pak Jokowi mengajak saya jadi wapres dan ternyata jadi," tandasnya.

Berita Terkait : Jokowi Masih Buka Pintu Maaf

Banyak netizen yang mengomentari permintaan maaf Jokowi ini. Rata-rata bernada positif. Salah satunya, akun @zain_haddi. "Nggak apa pak Jokowi nggak bisa nyenengin orang. Asal pak, jangan nyusahin orang. Misalnya milih menteri yang nggak kompeten jadi pembantu bapak. Itu bakal nyusahin rakyat," cuitnya.

Akun @abangez1 mengamini. Tidak bakal cukup kalau semua pihak diakomodir. "Kalau mau di akomodir semua, 1000 menteri juga nggak cukup. Manusia memang nggak ada puasnya," kicau dia. "Yah namanya suporter Akan terus support. Yang namanya relawan tentu sebaiknya rela," imbuh @larasat53224130, mencuit bijak. [OKT]