Kuartal III-2019

Penyaluran Kredit Solid, BNI Cetak Pendapatan Bunga Bersih Rp 26,9 Triliun

Ki-ka: Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi, Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta, Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Jaringan BNI Tambok P Setyawati, Direktur Manajemen Risiko BNI Rico Budidarmo, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta, Direktur Keuangan BNI Ario Bimo, Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati pada Paparan Kinerja BNI Kuartal III - 2019 di Jakarta, Rabu (23/10). (Foto: Humas BNI)
Klik untuk perbesar
Ki-ka: Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi, Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta, Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Jaringan BNI Tambok P Setyawati, Direktur Manajemen Risiko BNI Rico Budidarmo, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta, Direktur Keuangan BNI Ario Bimo, Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati pada Paparan Kinerja BNI Kuartal III - 2019 di Jakarta, Rabu (23/10). (Foto: Humas BNI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tak hanya berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 14,7 persen dalam Kuartal III-2019 menjadi senilai Rp 558,7 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI juga berhasil menjaga penyaluran kreditnya. Baik ke sektor Korporasi Swasta, Usaha Kecil, Menengah, dan Konsumer.

Penyaluran kredit yang solid ini ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 5,9 persen secara YoY, menjadi Rp 581 triliun pada Kuartal III – 2019.

BNI juga menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA yang mencapai 64,3 persen dari total DPK, terutama karena pertumbuhan giro sebesar 13 persen dan tabungan 7,5 persen YoY.

Dalam upaya menghimpun dana murah, BNI juga terus mengembangkan layanan digital banking, meningkatkan sinergi dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mengembangkan layanan bagi lembaga-lembaga pemerintahan.

Berita Terkait : Astra Raup Laba Bersih Rp 21,7 Triliun

Keberhasilan dalam upaya menghimpun dana murah, juga tercermin dari penambahan jumlah rekening individu menjadi sebanyak Rp 46,5 juta.

Selain itu, BNI juga terus meningkatkan jumlah branchless banking dari 111.836 pada akhir tahun 2018 menjadi 130.803 Agen46 pada Kuartal III - 2019.

Perluasan Agen46 ini semakin mendekatkan layanan perbankan yang biasa diberikan di outlet BNI, kepada para nasabah, sehingga memberikan kontribusi pendapatan berbasis komisi.

Profitabilitas

Baca Juga : Warga Minta Perbaikan Total, Jangan Setengah-setengah

Penyaluran kredit BNI tersebut mendukung pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) menjadi Rp 26,9 triliun pada Kuartal III – 2019.

Begitu juga dengan Non Interest Income atau fee based income (FBI), yang pada Kuartal III – 2019 tumbuh sebesar 13% YoY, menjadi Rp 8,1 triliun.

Dengan dukungan pertumbuhan NII dan FBI, BNI mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp 12 triliun, atau tumbuh 4,7 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2018.

Pendapatan fee BNI ditopang oleh pertumbuhan recurring fee sebesar 17,1 persen YoY menjadi Rp 7,9 triliun.

Baca Juga : Belajar dari Singapura

Kenaikan FBI pada Kuartal III - 2019 ini didorong oleh kontribusi fee dari segmen business banking. Antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 9,4 persen dan fee sindikasi yang tumbuh 81,6 persen.

Sumber fee dari bisnis konsumer antara lain berasal fee pengelolaan kartu debit yang tumbuh 57,5 persen dan fee transaksi melalui ATM yang tumbuh 16,5 persen. Dari sisi kualitas aset, NPL BNI tercatat membaik menjadi 1,8 persen pada Kuartal III - 2019, dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2 persen.

Credit cost juga menunjukkan perbaikan, yaitu turun dari 1,4 persen pada Kuartal III – 2018 menjadi 1,3 persen pada Kuartal III - 2019. Sementara coverage ratio terus meningkat dari 152 persen di Kuartal III – 2018, menjadi 159 persen pada Kuartal III - 2019. [HES]