Penuhi Kebutuhan Pengawalan Kapal, Kemenhub Latih SDM Pandu Laut Dalam

Para peserta pelatihan Pandu Laut Dakam, di Kampus 1 PT Pendidikan Maritim Logistik Indonesia, Senin (28/10). (Foto: Dok Ditjen Hubla)
Klik untuk perbesar
Para peserta pelatihan Pandu Laut Dakam, di Kampus 1 PT Pendidikan Maritim Logistik Indonesia, Senin (28/10). (Foto: Dok Ditjen Hubla)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia (SDM ) Pandu Laut Dalam untuk mengawal kapal-kapal dengan draft lebih dari 15 meter. Berkaitan dengan itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan menyelenggarakan pelatihan Pandu Laut. Pandu Laut ini nantinya diharapkan dapat berkontribusi menunjang keselamatan pelayaran, termasuk pada alur pelayaran Selat Malaka dan Selat Singapura

Berita Terkait : RI Kemasukan Corona, Kemenhub Perketat Pelabuhan dan Terminal

“Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pandu yang memiliki sertifikat Pandu Laut Dalam, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, bekerja sama dengan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) secara berkesinambungan menyelenggarakan pelatihan Pandu Laut Dalam. Penyelenggaraan pelatihan ini adalah kebutuhan guna menciptakan tenaga-tenaga transportasi yang profesional, andal, dan berdaya saing,” ujar Kasubdit Pemanduan dan Penundaan Kapal, Ditjen Perhubungan Laut, Capt. Heru Maryanto, saat membuka Pelatihan Pandu Laut Dalam Angkatan III Tahun 2019, di Kampus 1 PMLI, Senin (28/10).

Berita Terkait : Pacu Ekspor Buah dan Flori, Kementan Bangun Kawasan Berdaya Saing

Pelatihan ini diikuti 20 peserta. Terdiri dari PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) 6 peserta, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) 9 peserta, dan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) 5 peserta. Lamanya pelaksanaan Pelatihan Pandu Laut Dalam Angkatan III Tahun 2019 selama 455 jam pelajaran. 

Berita Terkait : Cegah Penyebaran ASF, Kementan Minta Pengawasan Lalu Lintas Babi Diperketat

Capt. Heru mengatakan, dalam melayani pemanduan dibutuhkan kemampuan SDM yang memadai. Sebab, banyak kapal yang akan dilayani maupun jam kerja yang cukup panjang dalam sekali pelayanan. “SDM Pandu Laut Dalam juga menjadi penting yang harus dipenuhi Indonesia sejalan dengan cita-cita menuju poros maritim dunia serta penerapan tol laut,” tutupnya. [USU]