Wantimpres Segera Diumumkan

Wiranto dan Yusril di Sini?

Wiranto dan Yusril Ihza Mahendra (Foto: Dwi Pambudo/M Qori Haliana/RM)
Klik untuk perbesar
Wiranto dan Yusril Ihza Mahendra (Foto: Dwi Pambudo/M Qori Haliana/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah memilih menteri dan wakil menteri, Presiden Jokowi akan segera mengumumkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Apakah dua tokoh pendukung Jokowi: Wiranto dan Yusril Ihza Mahendra akan ditempatkan di sini?

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko memberikan gambaran,  kriteria orang-orang yang akan ditunjuk menduduki posisi Wantimpres: memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas.

Komposisi Wantimpres nantinya akan lebih banyak diisi kalangan profesional, ketimbang yang berlatar belakang parpol.

Selain itu, kata Moeldoko, figur yang akan masuk Wantimpres juga tak hanya berpengalaman di bidangnya, tapi juga dikenal bijaksana. “Komposisinya, Wantimpres mungkin akan kurang dari parpolnya ya, tapi lebih kepada pengalaman dan profesional,” ujar eks Panglima TNI itu, usai menghadiri upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91 di Kantor Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat, kemarin.

Ditanya siapa saja nama-nama yang sudah dikantongi Presiden Jokowi, Moeldoko menolak untuk membocorkannya. “Belum, untuk nama, saya belum bisa menyampaikannya,” kilahnya.

Baca Juga : Tim Tanggap Covid-19 DKI Sebut 121 Orang Yang Dipantau Sudah Sehat

Dia juga belum mau menyebutkan secara pasti kapan nama-nama tersebut akan diumumkan oleh Presiden. Namun, menurutnya, akan diumumkan secepatnya. “Tinggal nunggu waktu saja,” tegas Moeldoko.

Untuk diketahui, pada periode pertama Jokowi, ada 11 orang yang mengisi jabatan Wantimpres. Mereka adalah Prof Sri Adiningsih, Sidarto Danusubroto, Yusuf Kartanegara, Has￾yim Muzadi, Agum Gumelar, Rusdi Kirana, Jan Darmadi, Abdul Malik Fadjar, Subagyo Hadi Siswoyo, dan Yahya Cholil Staquf. Mereka mewakili profesional, parpol, maupun ormas.

Pengamat Politik Universitas Indonesia, Lely Arrianie memperkirakan, dalam penentuan komposisi Wantimpres, Jokowi akan kembali menggunakan barometer yang sama, seperti saat menentukan nama-nama Menteri.

“Pak Jokowi mempertimbangkan mungkin asal kewilayahan, organisasi atau parpol, gender dan rekonsiliasi,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Posisi Wantimpres tetap akan diisi oleh orang-orang yang sudah ‘kenyang makan asam garam’ di bidangnya masing-masing. Baik itu dari kalangan professional maupun parpol.

Baca Juga : Hore, Petambak Udang Binaan Pertamina Dapat Kesempatan Ikut Sertifikasi

Menurutnya, Jokowi membutuhkan masukan mereka dalam setiap mengambil keputusan. “Jangan yang muda-muda. Karena Wantimpres itu kan membutuhkan pertimbangan. Ibaratnya punya pengalamanlah dari sisi politik dan kebijakan. Teoritis dan praktislah. Mungkin seperti Pak Yusril dan Pak Wiranto. Peluangnya cukup besar, tergantung kesepakatan,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio. Menurut dia, peluang petinggi maupun senior parpol pendukung untuk diakomodir masuk ke dalam Wantimpres cukup besar. “Sangat mungkin dapat jabatan itu,” kata Hendri kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Namun, ia menilai Jokowi juga akan berhitung. Partai-partai yang solid dan punya masa depan akan diprioritaskan menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan.

Sementara, Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB), Ferry Noor mengatakan, hingga tadi malam belum ada pembicaraan terkait penempatan kader partainya di posisi Wantimpres.

“Bekum. Tapi semua partai koalisi akan dimintakan inputnya. Insya Allah dalam waktu dekat pasti akan ada komunikasi lah. Sekarang presiden kan lagi berkunjung ke Indonesia Timur,” kata Ferry kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca Juga : Erick dan Buwas Pastikan Stok Beras Berlimpah

Menurut dia, partainya sudah menyiapkan dua nama untuk mengisi posisi tersebut jika diminta Jokowi. Pertama, Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra dan Ketua Majelis Syuro, KH Muqoddas.

Kendati demikian, Ferry berharap siapa pun yang ditunjuk oleh Jokowi menduduki posisi Wantimpres, haruslah dari sosok yang berpengalaman dan punya jam terbang tinggi di bidang nya.

“Bukan hanya sembarang orang, karena masukan dan pertimbangan yang di berikan oleh Wantimpres kan harus bertujuan ke depan dan lebih baik. Minimal Presiden harus mengenal sosok Wantimpres nya dulu, ya kan. Dan punya pengalaman di bidangnya,” ujarnya. [SAR]