Rapat Terbatas Perdana, Jokowi Ingatkan Situasi Ekonomi Global Makin Sulit

Presiden Jokowi dan Wapres KH Maruf Amin, saat memimpin rapat terbatas pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/10). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi dan Wapres KH Maruf Amin, saat memimpin rapat terbatas pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/10). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi untuk pertama kalinya menyelenggarakan Rapat Terbatas (Ratas) dengan para menteri Kabinet Indonesia Maju yang terkait dengan perekonomian, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10) siang.

Dalam rapat terbatas dengan topik "Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Perekonomian", Jokowi menyampaikan pesan khusus terutama kepada empat jajaran 'pembantunya' dalam upaya meningkatkan ekspor.

Ketiga jajaran yang dimaksud adalah Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Presiden Jokowi mengatakan, lembaga-lembaga internasional memprediksi, tahun depan, situasi ekonomi global akan semakin sulit. Bahkan, mengarah ke resesi. Hal itu harus diantisipasi. Caranya, dengan meningkatkan ekspor. Juga, meningkatkan investasi.

Berita Terkait : Perry Prediksi Perekonomian Global Mulai Membaik April

"Saya sudah sampaikan baik kepada Mendag dan Wamendag, Menlu dan Wamenlu, saya sampaikan secara khusus, perjanjian perdagangan harus kita lakukan secara terus menerus tanpa henti," ujar Jokowi.

Ia juga meminta jajaran menterinya menyelesaikan perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang terdiri dari 10 negara di Asia Tenggara dengan enam mitra perdagangan bebas.

"Kita telah menyelesaikan Indonesia-Australia, dan ini harus kita teruskan ke negara-negara lain,” imbau Presiden Jokowi.

"Ini yang belum kita miliki perjanjian perdagangan dengan mereka saya minta agar diselesaikan. Juga trade agreement dengan Afrika. Ini penting sekali. Tolong dilihat," imbuhnya.

Berita Terkait : Dana Desa Punya Peran Penting Majukan Ekonomi Desa

Jokowi lantas memberikan ultimatum kepada jajaran menterinya, agar segera menyelesaikan seluruh perjanjian dagang tersebut. Kepala negara memberikan waktu kepada menteri, hingga akhir 2020.

“Timnya disusun yang fix, tidak berganti-ganti. Kemudian penyelesaian dan eksekusi lapangannya juga harus terus dikerjakan, yaitu dengan Uni Eropa,” tuturnya.

"Saya minta agar diselesaikan dalam akhir tahun depan. Itu harus rampung. Sehingga, yang berkaitan dengan ekspor ini, betul-betul bisa kita lakukan,” tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan soal transformasi ekonomi menuju ke era industrialisasi alias hilirisasi. Jika sebelumnya Indonesia mengekspor bahan-bahan mentah seperti nikel, bauksit, alumina, batubara, kini Jokowi meminta dalam bentuk setengah jadi, atau bahkan barang jadi.

Berita Terkait : Antisipasi Pelemahan Ekonomi, Jokowi Minta Kementerian atau Lembaga Tak Lelet Belanja

"Inilah sebuah nilai tambah, yang nanti akan memberikan daya saing kepada negara kita. Saya minta langkah-langkah percepatan itu bisa segera dilakukan. Termasuk di dalamnya adalah insentif-insentif bagi industri, usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan industri-industri yang berada di pedesaan,” tegasnya.

Ratas kali ini dihadiri Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartato, Mensesneg Pratikno, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menlu Retno Marsudi, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Supratman, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menko UKM Teten Masduki, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Mendagri Tito Karnavian, Menristek Bambang Brodjonegoro, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. [OKT]