Kemenhub: Tindak Lanjut Rekomendasi KNKT Soal Lion Air JT 610 Selesai 3 Bulan

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti (tengah) dalam konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (1/11). (Foto: Kintan Pandu Jati/RM)
Klik untuk perbesar
Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti (tengah) dalam konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (1/11). (Foto: Kintan Pandu Jati/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tindak lanjut dari rekomendasi hasil investigasi kecelakaan Lion Air JT 610 oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan selesai dalam 3 bulan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, mengaku menghormati hasil akhir investigasi kecelakaan Lion Air JT 610. "Semua itu dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan kedepan hingga Januari 2020," ujarnya dalam konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (1/11).

Berita Terkait : Kemenhub Minta Thermal Scanner Dipasang Di Stasiun Dan Terminal

Polana menjelaskan, akan melakukan sejumlah langkah dalam menindaklanjuti hasil investigasi kecelakaan Lion Air JT 610 KNKT. "Langkah yang kami ambil bersifat perbaikan ke dalam dan juga terhadap proyek pengawasannya yaitu Lion Air," katanya.

Polana mengatakan, evaluasi dan pengawasan terhadap tindakan perbaikan yang dilakukan Lion Air terhadap tiga rekomendasi KNKT dalam menggunakan petunjuk teknis pengawasan yang tersedia yaitu  SI 8900-3.32 The General Process for Approval of Aplicant Manual, SI 8900-3.324 Approval and Inspection of Operations Manual, SI 8900-3.328 Evaluate Company Maintenance Manual, SI 8900-3.325 Evaluate and Acceptance of Ground Operation Manual dan SI 19-05 Safety Management System (SMS) Guidance for Inspector and Organization.

Berita Terkait : Ditunjuk Kemenhub, Pelindo lll Layani Jasa Pandu Di 3 Selat

Penekanan pengawasan, kata Polana, meliputi waktu pengkinian dan sinkronisasi antar manual di Lion Air, cakupan training dan jangka waktu pelatihan SMS sesuai dengan tingkatan masing masing personil di operator. "Juga memastikan hazard report yang disampaikan personil dapat diakses langsung oleh pejabat yang bertanggung jawab di operator," tuturnya.

Polana menegaskan, segera melakukan peningkatan pengawasan terhadap implementasi SOP di Lion Air dengan melakukan kegiatan surveillance pada area training dan kegiatan operasional di lingkup airworthiness dan flight operations.

Berita Terkait : Kemenhub Perketat Jalur Laut, Kapal Dari China Yang Akan Berlabuh Wajib Dikarantina

Director Safety dan Security Lion Air Daniel Putut Kuncoro Adi mengapresiasi kerja KNKT dan menerima tiga rekomendasi tersebut. "Kami operator patuh terhadap regulasi yang ditetapkan," katanya.

Lion Air juga akan menindalanjuti serta fokus bagaimana SOP prosedur ditulis dan diaplikasikan. "Juga soal safety management dan training. Akan dipatuhi dalam waktu tiga bulan harus diselesaikan. Dan ini untuk keselamatan penerbangan," ujarnya. [KPJ]