Asal Gandeng Perusahaan Lokal

Luhut Bolehkan China Bangun Pabrik Aki Motor Di Morowali

Klik untuk perbesar
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. (Foto : IG @kemenkomaritim).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempersilakan investor China masuk ke Indonesia, membangun industri di dalam negeri. Syaratnya, mereka harus menggandeng pengusaha lokal.

Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (LBP), saat menyambangi kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, kemarin. “Pemerintah memberi syarat ketat kepada investor jika ingin melebarkan sayap bisnisnya di Tanah Air. Kalau syaratnya nggak dipenuhi, jangan harap bisa membuka usaha,” kata Luhut. 

Seperti diketahui, Morowali merupakan salah satu kawasan yang tengah disinggahi investor asing untuk membangun industri tambang. Di sana, Luhut bertemu dengan para investor China, dan melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya pabrik komponen utama lithium battery dari bahan dasar nikel. 

Pabrik tersebut, dibangun di lahan milik IMIP, dengan investasi awal bernilai 700 juta Dolar ASdari total investasi sebesar 4,3 juta Dolar AS. Tapi Luhut menegaskan, China wajib memenuhi syarat yang tak bisa ditawar yaitu menggandeng pengusaha lokal. 

“Pemerintah akan membantu agar ini bisa dikembangkan men¬jadi kawasan ekonomi khusus. Tapi syaratnya, Anda harus menggandeng partner lokal. Hal ini tidak boleh ditawar. Tentunya kerja sama itu harus menguntungkan kedua belah pihak,” katanya. 

Luhut mengungkapkan, keinginan pemerintah untuk mendekatkan industri hulu ke hilir dalam satu kawasan, sehingga impor bisa dikurangi. Salah satunya, adalah industri pembuatan baterai kendaraan bermotor (acci) alias aki. 

“Kalau sekarang di wilayah ini produk yang dihasilkan sudah sampai carbon steel (baja karbon), kami berharap nanti akan dihasilkan juga produk turunan lainnya. Begitu juga dengan baterai, dari industri hulu hingga produk akhirnya bisa dikerjakan di sini,” ujar dia. 

Produk baterai yang dihasilkan, lanjutnya, nanti akan difokuskan pada baterai untuk sepeda motor, lalu baterai untuk kendaraan umum baru setelah itu baterai untuk kendaraan pribadi. 

Selain itu, mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menegaskan, pemerintah akan terus mengembangkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia, terutama putra-putri daerah agar keterampilan dan kemampuannya meningkat sehingga dapat bersaing di tengah perkembangan industri yang terus bergerak maju. 

Menurutnya, kehadiran para tenaga kerja asing, mesti dijadikan sebagai kesempatan untuk tidak saja mempelajari hal-hal teknis yang berkaitan dengan pembangunan industri, melainkan juga dalam hal etos kerja. “Putra-putri dari Morowali harus belajar di Politeknik. Kita mencontoh kerja teman-teman kita orang Tiongkok ini,” imbuhnya. 

Luhut mengakui, salah satu contoh nyata dari etos kerja yang tinggi tersebut adalah pembangunan proyek yang menurut dia sangat cepat. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 16 bulan.  “Tempat lain membangun seperti ini, 7 sampai 8 tahun. Ini akan bangun 16 bulan,” tegas Luhut. [DIR/NET]

RM Video