Ngantor Dikira Mahasiswa

Nadiem Kerjanya Hanya Buka Kuping Lebar-lebar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Foto: IG @kemdikbudri).
Klik untuk perbesar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Foto: IG @kemdikbudri).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua pekan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim belum kelihatan gebrakannya. Program brilian apa yang akan dilakukannya, masih buram. Yang dilakukan eks Bos Go-Jek itu, baru buka kuping saja lebar-lebar. Dia mengundang banyak pakar. Duduk dan serius mendengarkan berbagai masukan.

Dari pagi hingga sore, kemarin misalnya, tidak terlihat mobil dengan plat polisi RI 27 parkir di depan Gedung A Kemendikbud. Tempat Nadiem berkantor. Satpam yang berjaga-jaga di pintu utama gedung, juga mengaku belum melihat bosnya itu.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Ada kabar, Nadiem di lantai 2. Di sana, Nadiem sedang melakukan pertemuan dengan asosiasi guru. Tapi, pertemuan itu tertutup. Beberapa kali mencoba menerobos acara tersebut, un tuk memastikan keberadaan Nadiem, namun tidak berhasil. Di mulut tangga lantai 2, ada petugas keamanan berpakaian safari hitam menghalangi.

Berjam-jam menanti di lobi Gedung A. Yakin Nadiem ada di dalam. Tapi di mana? Batang hidungnya tak terlihat. Geser ke gedung C. Gedung Sekretariat Jenderal. Tempat orang nomor dua di Kemendikbud berkantor. Wartawan menebak-nebak saja, siapa tahu Nadiem keluar-masuk lewat gedung itu. Sebab, antara gedung A, B dan C terkoneksi. Kalau tidak keluar lewat gedung A, tentu bisa lewat kedua gedung lainnya. Ada jembatan penghubung antar ke tiga gedung itu. Meskipun letaknya terpisah. Tapi, gedung C yang paling memungkinkan. Karena ada motor patwal polisi yang parkir agak sedikit tersembunyi di sisi kiri gedung itu.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

Belum semenit wartawan tiba di serambi gedung itu, tampak sesosok pria berkacamata menenteng ransel berwarna hitam berjalan cepat keluar dari dalam gedung. Matanya menatap lekat-lekat ponselnya, sambil berjalan. Sementara kedua tangannya seperti tengah mengetik sesuatu.
 Selanjutnya