Istana Hormati Vonis Bebas Sofyan Basir, Juga Hargai Langkah KPK

Mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir, bersiap pulang ke rumahnya, Senin (4/11). (Foto: Tedy Kroen/RM)
Klik untuk perbesar
Mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir, bersiap pulang ke rumahnya, Senin (4/11). (Foto: Tedy Kroen/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Istana menghormati vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, terhadap mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1.

"Kita menghormati, putusan dari pengadilan tingkat pertama," ujar Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/11). I

Istana, ditegaskan Fadjroel, juga menghormati langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berencana mengajukan kasasi atas vonis tersebut ke Mahkamah Agung (MA).

"Mungkin, kalau KPK akan maju kasasi, tetap kita hormati. Pada intinya, pemerintah menghormati semua peraturan perundang-undangan, dan semua proses yang mengikutinya," tandasnya.

Baca Juga : Dipanggil KPK, Hasto Datang

Pada Senin (4/11), Majelis Hakim Tipikor Jakarta yang diketuai Hakim Hariono menyatakan, Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan penuntut umum dalam dakwaan pertama dan kedua.

Sofyan tidak terbukti memfasilitasi pemberian suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo kepada eks anggota DPR Eni Maulani Saragih, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Bahkan, eks Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu diyakini tidak mengetahui pemberian suap Kotjo kepada Eni.

Majelis Hakim juga menilai, Sofyan juga tidak terlibat dalam kasus dugaan suap terkait proses kesepakatan proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (IPP PLTU MT) Riau-1, antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI), Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd, dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC) Ltd.

Baca Juga : Pasien Terduga Virus Korona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Belum Bisa Dipastikan

"Oleh karena itu, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan," ujar Hakim Hariono saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Senin (4/11).

Majelis Hakim juga memerintahkan agar Sofyan segera dikeluarkan dari tahanan, memulihkan hak-haknya, serta harkat dan martabatnya.

Hakim kemudian memerintahkan Penuntut Umum KPK untuk membuka nomor rekening atas nama Sofyan Basir, dan atau keluarga atau pihak lainnya. Terakhir, hakim menetapkan barang bukti yang disita dari Sofyan, dikembalikan kepadanya.

Sofyan pun keluar dari Rutan K4 yang berada di belakang Gedung KPK, Senin (4/11) pukul 17.52 WIB. Sofyan tampak mengenakan kemeja lengan panjang kotak-kotak biru muda digulung sesiku, saat keluar dari Rutan K4. Pas adzan Maghrib berkumandang.

Baca Juga : Antisipasi Virus Korona, Sriwijaya dan Lion Air Nggak Boleh Terbang ke Wuhan

"Alhamdulillah sudah selesai semua. Terimakasih banyak ya," ujarnya sambil tersenyum lebar. Sofyan bilang, dia langsung akan pulang ke rumah. "Nggak ke mana-mana, mau pulang ke rumah, istirahat di rumah," tutur Sofyan.

Ada yang iseng nanya, apakah Sofyan mau jadi Dirut PLN lagi? "Nggak lah, istirahat dulu. Terima kasih banyak perhatiannya," jawabnya seraya masuk ke dalam mobil Alphard hitam nopol B 786 MSA yang menjemputnya.

Di dalam mobil, dia berkali-kali kembali mengucapkan terima kasih. Pintu mobil dibuka hingga jarak 5 meteran. "Terima kasih, terima kasih," tuturnya, sambil menyedekapkan kedua tangan di dadanya. Sementara KPK, mempertimbangkan mengajukan kasasi. [OKT]