RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Basuki Hadimuljono meluruskan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut institusinya baru melakukan penyerapan anggaran APBN sebesar 50 persen hingga akhir September lalu. Menurutnya, penyerapan yang dilakukan sudah lebih besar dari itu.

"Enggak (bukan 50 persen). Sudah 60 persen. Saya kemarin sudah kumpulkan semua direksi dan laporannya semua sudah kontrak, tinggal direalisasikan saja," kata Basuki usai acara pengukuhan profesor riset kepada Dede Manarolhuda Sulaiman yang telah menemukan teknologi pengendali erosi pantai dengan sistem pemecah gelombang ambang rendah, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (5/11).

Basuki lantas memastikan, akan terus memonitor perkembangan penyerapan anggaran di institusinya. Bahkan, dia menargetkan penyerapan anggaran oleh institusinya dalam satu bulan kedepan harus bisa mencapai sebesar Rp 20 triliun.

Berita Terkait : Tinggal `Hitung Hari`, Poyuono Nggak Gentar Dengan Ancaman

"Kalau untuk di akhir tahun, penyerapan anggaran ditargetkan akan sudah mencapai 90 persen," ujarnya.

Namun, Basuki mengakui, institusinya sempat mengalami perlambatan penyerapan anggaran akibat adanya perubahan organisasi. Yaitu saat dilakukannya peleburan seluruh proses pelelangan proyek ke dalam satu balai.

"Peleburan itu dilakukan suoaya standarisasi jadi lebih jelas. Tapi, biar pun perubahan organisasi ini menyebabkan kecepatan penyerapan anggaran berkurang, saat ini semua status proyek pembangunan yang dilelang sudah dalam status kontrak semuanya," tuturnya.

Berita Terkait : Ketahanan Pangan

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut bahwa penyerapan anggaran yang dilakukan Kementerian PUPR tercatat sebagai yang terendah hingga akhir Desember lalu. Hal tersebut diungkap Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (4/11).

"Dari sisi jumlah penyerapan hingga akhir September, PUPR yang memiliki anggaran terbesar yakni Rp 110,7 triliun dalam APBN 2019, masih belum menyelesaikan 50 persen," ujarnya kala itu. [DNU]