Mantan Menag KH Masjkur Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Presiden Jokowi menyerahkan plakat anugerah gelar pahlawan nasional kepada ahli waris mantan Menteri Agama KH Masjkur di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11). (Foto: Humas Kemenag)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi menyerahkan plakat anugerah gelar pahlawan nasional kepada ahli waris mantan Menteri Agama KH Masjkur di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11). (Foto: Humas Kemenag)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Agama KH Masjkur dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi, Jumat (8/11).

Tokoh Nahdlatul Ulama dari Jawa Timur itu, dinilai berjasa dalam merebut dan mengisi kemerdekaan, serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Berita Terkait : Menpora Dukung Yayasan Moestopo Gelar Kejuaraan Tinju Nasional

 

KH. Masjkur diangkat menjadi Menteri Agama dalam Kabinet Amir Syarifudin II (reshuffle). Tetapi, pada bulan Januari 1948, Kabinet Amir jatuh. Dalam Kabinet Amir yang hanya berlangsung selama dua setengah bulan, KH Masjkur berhasil membuat Peraturan Menteri Agama yang sangat penting: biaya Pengadilan Agama disetor ke Kas Negara.

Berita Terkait : Bumikan Pancasila, Kemendagri Gelar Talkshow Nasional Is Me

Di kabinet berikutnya, KH Masjkur kembali terpilih menjadi Menteri Agama. Dalam kabinet ini,  KH Masjkur memberlakukan peraturan bahwa perkara perdata di kalangan umat Islam diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Agama.

Atas perintah Bung Hatta, KH Masjkur juga membentuk misi haji ke Saudi. Dengan misi ini, dunia internasional menjadi tahu bahwa ada negara baru bernama Republik Indonesia yang telah merdeka, dan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Baca Juga : Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Sukseskan Program Prioritas Nasional

Selain KH. Masjkur, kelima tokoh penerima anugerah gelar Pahlawan Nasional lainnya adalah:

  1. Ruhana Kuddus, tokoh dari Provinsi Sumatera Barat
  2. Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko), tokoh dari Provinsi Sulawesi Tenggara
  3. Prof Dr M Sardjito, MD MPH tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta
  4. Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta
  5. Dr (HC) AA Maramis, tokoh dari Provinsi Sulawesi Utara [HES]