Kalahkan Hawaii, Dublin & Tokyo

Denpasar Bali Posisi Keempat Favorit Turis Milenial Mancanegara

Klik untuk perbesar
Pemandangan matahari terbit di Pantai Sanur, adalah salah satu spot wisata terbaik di Denpasar, Bali. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pulau Dewata Bali menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan milenial 2019. Dalam daftar yang dikeluarkan perusahaan aplikasi pemesanan tiket, Hopper, Denpasar menduduki posisi 4 destinasi paling ngetren.

Hopper menempatkan Bora Bora di posisi pertama, dalam 10 destinasi paling ngetren buat milenial tahun 2019. Popularitas pulau di Perancis Polinesia ini meningkat 24 persen dibanding tahun lalu.

Menyusul di peringkat kedua adalah St Martin di Kepulauan Karibia. Sedangkan Aspen Colorado di Amerika Serikat ,menempati posisi ketiga. Posisi 5-10 ditempati Kahului (Hawaii, AS), Dublin (Irlandia), Saint Lucia, Tokyo (Jepang), Palm Springs (California, AS) dan Anchorage (Alaska, AS).

Dalam aplikasi Hopper, terdapat fitur Watch a Trip. Di fitur ini, traveller bisa memasukkan destinasi yang diinginkan,  dan Hopper akan memberikan notifikasi ketika ada tiket murah dalam rute tersebut. Hasilnya, kebanyakan yang jadi favorit adalah destinasi pantai. Tapi, pegunungan bersalju untuk wisata ski juga masih banyak diminati.

Berdasarkan hasil riset World Youth Student and Educational (WYSE) Travel Confederatio, ada beberapa kriteria destinasi yang menjadi pilihan turis milenial. Melalui The Millennial Traveller Report, WYSE menjabarkan bahwa turis modern kini tak puas bila hanya berlibur dengan berdiam di sekitar pantai. Mereka umumnya memilih kegiatan atraktif saat berlibur.

Misalnya, mendatangi suatu tempat wisata yang tengah menggelar konser musik besar. Ada juga yang menghabiskan waktu liburan, dengan berwisata kuliner di berbagai restoran lokal. Atau juga mencari tantangan, seperti menikmati arung jeram dan menyusuri jalur pendakian unik. Hal ini ditanggapi serius oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Arief mengatakan, strategi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ke depan adalah menjaring wisatawan milenial. Hal tersebut dikarenakan saat ini isu yang berkembang adalah tentang milenial.

"Sebanyak 50 persen wisatawan mancanegara yang ke Indonesia adalah milenial. Namun sayangnya, paket tour hingga Calendar of Event(CoE) kita belum millenial friendly. Ini yang harus diubah. Saya akan buat CoE yang dibutuhkan milenial," papar Arief.

Dijelaskan, pasar pariwisata Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun, yang mencapai 57 persen. Di China, generasi milenial akan mencapai 333 juta orang, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta orang.

"Ke depan, destinasi wisata harus memiliki spot utuh. Tak hanya indah di kamera, tetapi juga indah di pandangan mata," ujar Arief. [HES]

RM Video