Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Menag: Rasulullah Ajarkan Umat Islam Jadi Ummatan Wasathan

Klik untuk perbesar
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi saat memberikan sambutan di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Jakarta. (Foto: Twitter@Kementerian Agama RI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kenegaraan di Istana Negara. Hadir Presiden dan Wakil Presiden bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju, juga pimpinan lembaga tinggi negara, serta utusan negara sahabat.  Hadir juga sekitar 150 anak panti asuhan di DKI Jakarta.

Hikmah Maulid disampaikan Guru Besar UIN Walisongo Abdul Djamil, yang dilanjutkan sambutan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dan Wapres KH Ma'ruf Amin. 

Berita Terkait : Demi Indonesia Maju, Jokowi Ajak Masyarakat Lebih Utamakan Kepentingan Bersama

Dalam sambutannya, Menag mengingatkan tentang wasathiyah atau moderasi. "Muhammad Rasulullah mengajarkan umat Islam menjadi ummatan wasathan yaitu umat moderat yang teguh pada keyakinan, menghormati perbedaan dan menghargai keragaman," tutur Menag di Jakarta, Jumat (08/11). 

"Islam adalah Agama yang selalu membawa kesejukan, mengambil jalan tengah dan memberikan solusi terhadap persoalan kemanusiaan,” lanjutnya.

Berita Terkait : Mengelola Bahasa Agama (2)

Menag mengajak masyarakat Indonesia untuk meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah. "Meneladani akhlak dan kehidupan beliau sangat pantas untuk dilakukan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Guru Besar UIN Walisongo Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA, dalam uraian hikmah Maulid menyampaikan keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun integritas pribadi, masyarakat, bangsa, dan negara yang unggul dan maju dalam bingkai keimanan dan kemanusiaan.

Baca Juga : Mahfud Cepat Berubah

Menag menilai, pesan yang disampaikan Abdul Djamil memperjelas potret keteladanan Nabi. "Ia adalah Al-Amin yang paling terpercaya dan ia pembawa rahamat bagi alam semesta,” kata Menag sembari menyitir ayat 107 surat Al Anbiya: “Wa maa arsalnaaka illaa rahmatan lilaalamiin (Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta).

Lebih lanjut Menag mengungkapkan kelahiran beliau (Muhammad) di muka bumi ini merupakan karunia besar dari Allah kepada umat manusia yang patut disyukuri dan diperingati. [SRI]