Mau Direalisasikan Bulan Depan

Basuki Pangkas 1.300 Jabatan Eselon Empat

Klik untuk perbesar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai rapat kerja dengan Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Selasa (12/11).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pejabat eselon IV di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap-siap menerima perubahan jabatan. 

Bulan depan, pemangkasan eselon IV di kementerian tersebut akan mulai dilakukan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, ada 1.300 pemegang jabatan eselon IV di Kementerian PUPR. Seluruhnya akan dialihkan ke jabatan fungsional. 

“Presiden kemarin menyampaikan dalam rapat kabinet, eselon IV harus lebih dulu. Target kami Desember sudah selesai,” kata Basuki di Senayan, kemarin. 

Berita Terkait : Top, Kantor Basuki Raih Penghargaan Informatif

Basuki menegaskan, tidak ada pemberhentian PNS dalam program pemangkasan eselon IV. Mereka hanya disesuaikan dengan bidangnya. Yakni, pejabat struktural diubah menjadi fungsional yang berdasarkan pada keahliannya. 

Soal nasib eselon III, Basuki mengaku belum bisa memastikan apakah akan dipangkas atau tidak. Karena, posisi tersebut masih dibutuhkan dalam lingkungan kementeriannya. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo. 

“Soal eselon III kita masih berargumentasi mana yang perlu dan tidak. Itu semua harus selesai di Desember ini, karena kalau tidak kita menghambat pelaksanaan di lapangan,” jelasnya. 

Berita Terkait : Menteri Basuki Rayu Jepang Garap Jalan Tol Cipali Ke Subang

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja menambahkan, pemangkasan tidak akan mengubah besaran gaji. Besaran gaji tetap disesuaikan dengan golongan. 
“Soal penghasilan sudah ada aturannya. Kan Pak Mensesneg juga sudah menyampaikan hal itu. Jadi hanya jabatan yang dihilangkan, struktural, tapi kan fungsional tetap,” tutur Endra. 

Dia menjelaskan, tujuan pemangkasan eselon IV ini yakni untuk menyederhanakan birokrasi, atau pengambilan keputusan. 

“(Efisiensi) pengambilan keputusan, jadi untuk memangkas birokrasi harus turun dulu ke bawah kemudian naik kembali. Nanti di eselon III langsung proses naik ke II dan I lalu selesai, jadi nggak seperti tangga,” tutup Endra. [QAR]