FPI Bantah Tuding BIN Di Balik Kasus Rizieq

Menko Polhukam Wiranto. (Foto: IG @wiranto.official)
Klik untuk perbesar
Menko Polhukam Wiranto. (Foto: IG @wiranto.official)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma’arif membantah organisasinya menuding Badan Intelijen Negara (BIN) di balik peristiwa yang menimpa Imam Besarnya, Habib Rizieq Shihab. “Kami nggak pernah sebut intelijen Indonesia. Ada sekelas intelijen, saya nggak bilang Indonesia. Habib Rizieq Shihab tidak pernah sebutkan kata Indonesia, tak pernah sebut kata BIN. Hanya skenario intelijen yang kita sebutkan, kan bisa dari mana saja. Tapi, kemudian kok BIN yang bereaksi,” ujar Slamet, usai pertemuan di Kantor Kemenko Polhukam, Jumat (9/10).

Slamet yakin, pemasangan bendera itu bukan ulah dari Kerajaan Saudi. “Selama ini, kerajaan Arab Saudi begitu baik terhadap Habib Rizieq. Begitu melindungi, memberikan kenyamanan,” ungkapnya. Slamet juga mengatakan, Rizieq ingin pulang ke Indonesia. Syaratnya, kondisi di Tanah Air aman dan kondusif. “Harus clear dulu. Jangan sampai beliau pulang, kemudian dikerjai,” tuturnya. Rizieq, lanjutnya, berharap agar Pemilu 2019 berjalan aman dan damai.

Baca Juga : Pertandingan Persija Vs Persebaya Resmi Ditunda

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut, proses pemeriksaan terhadap Rizieq adalah hak pemerintah Arab. Indonesia tak akan mengintervensi hal itu. “Itu urusan Arab. Jangan urusi negara lain. Serahkan ke sana saja,” katanya di tempat yang sama. Wiranto tak mau berkomentar soal spekulasi yang muncul, mengenai operasi intelijen yang mengakibatkan diperiksanya Rizieq. “Jangan dibahas,” ujarnya singkat.

Bagaimana dengan BIN? Lembaga intelijen negara itu membantah pihaknya merekayasa peristiwa yang menimpa Rizieq. “Jadi, tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi itu hoaks,” kata juru bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto. BIN juga membantah tuduhan sebagaimana yang disampaikan akun Twitter Habib Rizieq (@IB_HRS), bahwa BIN menyewa kontrakan dekat kediaman Rizieq, mencopot CCTV, dan memasang bendera tauhid.

Baca Juga : BPOM Gandeng Puteri Indonesia Edukasikan Kosmetik Aman

“BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi, sebagaimana dilansir oleh Twitter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi, menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV. Semua cuma pandangan sepihak,” beber Wawan.

Ditegaskan, BIN siap membantu Rizieq menghadapi masalah di Saudi. Lembaganya juga siap memberikan jaminan agar Rizieq tidak ditahan oleh kepolisian Saudi. [OKT]