Menteri Kelautan Tak Akan Tenggelamkan Kapal Lagi

Karya Susi Ditenggelamkan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan pendahulunya, Susi Pudjiastuti dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (23/10). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)
Klik untuk perbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan pendahulunya, Susi Pudjiastuti dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (23/10). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tak akan melanjutkan tradisi pendahulunya, Susi Pudjiastuti, yang gemar menenggelamkan kapal pencuri ikan. Wah, karya Susi jadinya “ditenggelamkan” nih...

"Tidak ada lagi penenggelaman kapal,” ucap Edhy saat mengikuti simulasi peledakan kapal, di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, Kamis (14/11).

Dia menyatakan, penenggelaman kapal sudah bukan lagi fokus kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Edhy memilih fokus pada pembinaan nelayan dalam negeri. Namun demikian, ia tidak mengatakan bahwa penenggelaman kapal sebagai terobosan yang buruk. Dia memuji kebijakan Susi itu sebagai hal yang sangat bagus. Hanya saja, pihaknya tidak melanjutkan penenggelaman kapal yang sudah berhasil ditangkap.

Kebijakan penenggelaman, baru akan diterapkan pada kapal-kapal yang melarikan diri saat ditindak. “Kalau memang harus kita tenggelamkan, tidak ada masalah. Kita tenggelamkan,” lanjutnya.

Berita Terkait : Mentan Ajak Forum Rektor Gelorakan Kedaulatan Pangan

Untuk kapal pencuri ikan yang berhasil ditangkap dan inkrah, Edhy lebih memilih menyerahkan ke nelayan untuk dimanfaatkan. Membangun komunikasi, melakukan pembinaan dalam meningkatkan kesejahteraan ne layan adalah fokus kerjanya ke depan.

Selain itu, sesuai arahan Presiden Jokowi, Edhy mengaku juga akan fokus pada percepatan proses perizinan kelautan dan perikanan.

Dalam akun Twitter-nya, @Edhy_ Prabowo, Waketum Partai Gerindra ini menegaskan komitmennya untuk memerangi pencurian ikan alias illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing.

“Saya tegaskan bahwa KKP akan perangi nelayan asing yang mencuri ikan di laut Indonesia. Tidak sejengkal pun saya biarkan mereka masuk ke laut kita. Saya menindak tegas pelaku kejahatan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing. KKP akan selalu bersama nelayan Indonesia,” cuitnya.

Bagaimana tanggapan Susi? Dia terpantau ikut me-retweet link berita yang berisi pernyataan Edhy itu. Sayangnya, dia tidak berkomentar apa-apa. Retweet itu juga kemudian dihapus.

Berita Terkait : Bantu Petani, Edhy Bidik Penurunan Biaya Angkutan

Namun, sebelum dihapus, link berita yang di-retweet Susi sudah mendulang 857 komentar, 319 retweet, dan 605 tanda hati.

Kebijakan Edhy ini membuat warganet terbelah. Ada yang kecewa, tapi ada juga yang mendukung. Yang kecewa salah satunya akun @PartaiSocmed. “Tak ada lagi OTT. Tak ada lagi penenggelaman kapal. Selamat berpesta,” tulisnya.

Akun @Ayang_Utriza juga sama. “Ya Allah, Ya Rasulullah, sedih sekali, kebijakan baik Bu @susipudjiastuti tidak dilanjutkan,” tulisnya, sedih.

Pemilik akun @SammiSoh mencoba menyarankan Edhy untuk berkonsultasi dengan pihak hukum sebelum meninggalkan warisan Menteri Susi itu.

“Edhy Prabowo WAJIB konsul dgn hukum. Klu kapal asing pencuri ikan tdk ditenggelamkan, maka timbul skenario baru: pengembalian kapal ke negara asal. Ini biaya besar & kelihatan tolol ama asing Fokus ke pembinaan nelayan lokal utk apa, yg nyolong asing kok?” tulisnya.

Berita Terkait : Prabowo Kapan Mau Ke Amerika?

Ada pun yang setuju dengan kebijakan salah satunya akun @boedypunya1. Menurutnya, kapal asing pencuri ikan tetap harus ditangkap. Tapi cukup dirampas, tak perlu ditenggelamkan.

“Sita kapalnya atas nama negara, berikan ke nelayan lokal,” usulnya. “Ok sy setuju..tapi asalkan Kapal disita Negara, dinaturalisasikan..lalu karyakan ke Koperasi Nelayan agar bisa di Kredit Murah & Ringan oleh Nelayan yg blm punya Kapal. Jujur, saya tidak setuju Penenggelaman.. selain alasan mubazir juga sebab alasan Dampak Polusi Laut,” timpal @NgawuloTrah.

Akun @PengusahaRasa juga setuju. Sambil bercanda, dia membawa-bawa orang Madura. “Ntar kalo kapalnya dikiloin sama orang Madura dan jadi lebih bermanfaat gmn hayo?” tulisnya. [SAR]