Jelang Akhir Tahun

Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Kalimantan Aman Terkendali

Foto: Humas Pertamina
Klik untuk perbesar
Foto: Humas Pertamina

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tahun 2019 akan berakhir 45 hari lagi. Pertamina memastikan BBM di Kalimantan, khususnya produk BBM subsidi yaitu Solar dan Premium serta LPG 3 kg, dalam keadaan aman dan cukup.

GM Pertamina MOR VI Boy Frans Justus Lapian menegaskan, kuota BBM dan LPG Subsidi tahun 2019 yang ditetapkan pemerintah untuk wilayah Kalimantan, masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. BBM dan LPG subsidi di Kalimantan dalam kondisi aman. Sisa kuota akan kami salurkan sebaik-baiknya, agar tepat sasaran dan cukup hingga akhir tahun" jelas Boy. 

Untuk memastikan BBM dan LPG subsidi terdistribusi sesuai ketentuan, Pertamina terus melakukan pengawasan ke lembaga penyalur. Antara lain mewajibkan SPBU memasang CCTV, sidak berkala dan monitor penjualan BBM di SPBU.

Berita Terkait : Duet Bareng Adnoc, Pertamina Kembangkan Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan

Untuk LPG 3 kg, Pertamina juga melakukan monitoring rutin, sidak, serta memantau penjualan agen dan pangkalan yang sudah terintegrasi ke dalam sistem.

Selain itu, Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan aparat, jika ada penyimpangan BBM dan LPG Subsidi di lembaga penyalur.

"BBM dan LPG subsidi merupakan produk yang rawan diselewengkan. Sehingga, pengawasan di lembaga penyalur senantiasa kami perketat untuk mengantisipasi kecurangan yang mungkin terjadi. Antara lain, pengetap dan tanki modifikasi di SPBU maupun penyimpangan di LPG 3 kg di agen dan pangkalan. Jika lembaga penyalur terbukti bersalah, kami akan beri sanksi," tegas Boy.

Pertamina menyadari, pengawasan BBM dan LPG Subsidi tidak bisa dilakukan sendiri. Untuk itu Pertamina menyediakan akses Call Center di nomor 135, yang memungkinkan masyarakat dapat menginformasikan segala hal. Baik yang terkait pelayanan, maupun indikasi penyimpangan di lembaga penyalur.

Berita Terkait : Semarak Penanaman di Pati, Kementan Pastikan Pasokan Bawang Merah Aman

"Masyarakat kami imbau dapat ikut serta mengawasi BBM dan LPG subsidi. Jika ada indikasi kecurangan di SPBU maupun Agen dan Pangkalan LPG, jangan segan menginformasikan ke Call Center Pertamina di nomor 135, " ujar Boy.

"Untuk hal-hal yang masih di dalam kewenangan Pertamina, terkait pelayanan dan penertiban administrasi, akan segera kami tindaklanjuti. Namun, jika ada hal hal yang menjadi bagian dari ranah hukum, tentu akan kami koordinasikan ke aparat," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Manager Region Communication, Relation and CSR Pertamina Kalimantan Heppy Wulansari menyampaikan, Solar Subsidi Kalimantan ditetapkan Pemerintah sebesar 906.925 kiloliter. Konsumsi sampai dengan Oktober 2019, terealisasi 752.522 kiloliter.

Untuk Premium, kuota Kalimantan dipatok 1.134.213 kiloliter. Realisasi hingga Oktober 2019, mencapai 987.444 kiloliter.

Berita Terkait : Sleman Siap Amankan Pasokan Cabe ke Jakarta Hingga 3 Bulan ke Depan

Sedangkan untuk produk LPG 3 kg, ditetapkan kuota tahun 2019 sebesar 374.824 metrik ton. Realisasi sampai dengan Oktober 2019, mencapai 307.392 metrik ton.

Selain memastikan kecukupan pasokan BBM dan LPG Subsidi, Pertamina juga memastikan BBM non subsidi selalu tersedia di SPBU. Baik itu BBM Non Subsidi jenis gasoline ( Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo), maupun BBM non subsidi jenis gasoil ( Dexlite dan Pertamina Dex). Serta LPG Non subsidi baik kemasan 5,5 kg maupun 12 kg.

"Stok BBM dan LPG Non subsidi juga dalam kondisi aman. Karena bukan barang subsidi, maka berapa pun kebutuhan masyarakat dapat kami penuhi" pungkas Heppy. [HES]