Waktu Tempuh Dipangkas, LRT Sumsel Makin Diminati Warga Palembang

Klik untuk perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (depan, kedua dari kiri) saat meninjau LRT Sumsel di Stasiun Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (17/11). (Foto: Kintan Pandu Jati/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi seperti tak pernah ada capeknya, dalam memastikan kelancaran moda transportasi di Tanah Air.

Di hari Minggu (17/11) seperti ini saja, menteri yang akrab disapa BKS itu mengecek LRT Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri.

BKS naik LRT dari Stasiun Ampera ke Stasiun Jakabaring. Ia mengaku rajin memantau LRT Sumsel, untuk meningkatkan pelayanan dan keamanan.

"LRT dalam kota yang pertama ini kan ada di Palembang. Jadi, secara periodik dua bulan sekali, pasti saya pantau," ujarnya.

Tak sia-sia, langkah optimalisasi LRT Palembang membuahkan hasil. Tingkat okupansi atau keterisian penumpang kini sudah mencapai 40 persen, dari sebelumnya hanya 30 persen pada Oktober 2019. Jumlah penumpang LRT kini menyentuh angka 3 juta penumpang. 

Berita Terkait : Buntut Kasus Penyelundupan Onderdil Harley, Garuda Ketiban Sanksi

"Dua bulan lalu, ada pemangkasan waktu tempuh LRT jadi 47 menit. Hasilnya, ada peningkatan okupansi dari 30 persen menjadi 40 persen saat ini," ungkapnya.

BKS mengatakan, waktu kedatangan antar kereta (headway) yang dipersingkat dari 30 menit menjadi 18 menit, dengan 74 jadwal keberangkatan terbaru, membuat kenyamanan masyarakat ikut meningkat.

Selain itu, adanya improvisasi integrasi moda transportasi angkot, bus dan perahu yang didukung dengan program ASN wajib naik LRT pada hari-hari tertentu,.juga mendorong kenaikan tingkat okupansi LRT Sumsel.

"Saya minta Gubernur Sumsel untuk lebih merutinkan ASN naik LRT. Baik dari Pemprov Sumsel ataupun Pemkot Palembang," imbau BKS.

Mantan Dirut PT Angkasa Pura II (Persero) ini berharap, waktu tempuh LRT Sumsel dari Stasiun Bandara SMB II ke Stasiun DJKA, bisa dipersingkat. Dari yang semula 60 menit menjadi 47 menit, dan bisa dipersingkat lagi menjadi 40 menit.

Berita Terkait : Pagi Ini, Fuad Rizal Diumumkan Jadi Plt Dirut Garuda

"Kalau waktu tempuhnya bisa dipersingkat jadi 40 menit, saya optimis, tingkat okupansi bisa mencapai 60 persen," tutur BKS.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, improvisasi program yang fokus pada peningkatan pelayanan LRT, memang dibutuhkan. Supaya masyarakat mau beralih ke moda transportasi massal.

"Jika headway-nya dibuat 10 menit, bisa memancing masyarakat untuk menggunakan LRT," katanya.

Herman juga meminta Pemkot Palembang untuk memperbanyak kantong-kantong parkir dan memperbanyak angkutan umum, agar integrasi LRT lebih baik.

Sekedar informasi, sejak beroperasi pada 23 Juli 2018, LRT Palembang telah mengangkut penumpang hingga 3 juta orang. Bahkan, dalam kurun waktu lima bulan terakhir ini, penumpang LRT bisa mencapai 1 juta.

Berita Terkait : Didampingi Menhub, Bos Pertamina Tinjau Pembangunan Kilang Tuban

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan, tepat di usianya yang pertama pada 23 Juli 2019, LRT Sumsel rata-rata telah mengangkut 2 juta penumpang.

"Respon positif masyarakat terus meningkat. Rata-rata penumpang harian kini berjumlah 6 ribu orang, dari sebelumnya hanya 3 ribu penumpang. Sehingga, menjelang tutup tahun 2019 ini, LRT telah mengangkut total 3.038.345 penumpang," jelasnya.

"Dalam waktu kurang dari 5 bulan setelah 1 tahun beroperasi, LRT Sumsel terus mengalami lonjakan, hingga bisa mencapai 1 juta penumpang," sambungnya. [KPJ]