Dibanding Pemilihan Menteri

Audisi Calon Bos BUMN Menarik Jadi Tontonan

Dari kiri: Ahok, Chandra Hamzah, dan Rizal Mallarangeng dikabarkan siap mengisi jabatan di BUMN. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Dari kiri: Ahok, Chandra Hamzah, dan Rizal Mallarangeng dikabarkan siap mengisi jabatan di BUMN. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Audisi calon menteri yang dilakukan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu berjalan biasa saja. Tak seheboh audisi calon bos BUMN yang akhir-akhir ini sedang dilakukan Menteri BUMN, Erick Thohir. Publik seperti ada tontotan menarik dan obrolan hangat menebak-nebak dengan waktu yang lama siapa yang akan jadi bos BUMN.

Audisi bos BUMN ini dimulai Rabu pekan lalu, saat Erick memanggil mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ke kantornya, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Rupanya, audisi tersebut belum selesai. Audisi masih berlanjut. Kemarin, ada calon lain yang dipanggil. Yaitu mantan Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah, dan Ketua DPD I Golkar DKI yang juga pendiri Freedom Institute, Rizal Mallarangeng.

Chandra tiba di Gedung Kementerian BUMN sekitar pukul 8.30 pagi. Dia datang menggunakan skuter matik roda tiga, Piaggio MP3 500ie Business. Chandra beralasan, datang menggunakan sepeda motor buatan Itali dengan harga sekitar Rp 280 juta itu agar tidak terjebak kemacetan. Saat ditanya soal kedatangannya, Chandra belum terbuka. “Diajak ngopi-ngopi,” jawabnya.

Berita Terkait : Aksi Bersih-bersih Erick di BUMN Terbukti Bawa Dampak Positif

Chandra kemudian masuk menunju lantai 19. Dia diterima Erick yang didampingi dua Wamen BUMN, Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Chandra cukup lama diaudisi. Sekitar 2 jam. Begitu turun, Chandra langsung diberondong wartawan. Namun, dia tetap tak mau mengungkap BUMN mana yang akan ditempatinya. “Nggak-nggak. Kita hanya bicara BUMN saja,” elak mantan Komut PLN ini.

Pembicaraannya, kata Chandra, antara lain tentang bagaimana kinerja ke depan, visi menteri tentang BUMN, dan beberapa koreksi yang perlu diperbaiki. “Ada aturan hukum yang kita sampaikan,” sebutnya. Chandra bilang, selama ini ada kendala-kendala hukum untuk BUMN bergerak lebih maju.

Saat kembali ditanya soal posisi, termasuk kemungkinan jadi bos PLN, Chandra kembali mengelak. Chandra kemudian bercerita kronologi pemanggilan dirinya oleh Erick. Dia mendapat undangan dari Erick melalui pesan Whatsapp (WA), pekan lalu. Awalnya, pertemuan akan diadakan pada Rabu lalu (13/11). Namun, karena padatnya agenda Erick, pertemuan diundur jadi kemarin.

“Begitu di-WA, saya punya ekspektasi bahwa Pak Menteri baru diangkat jadi menteri, mungkin beliau perlu masukan, perlu sharing dan segala macam. Saya lihat seperti itu saja. Yang jelas, masalah regulasi apa yang menghambat BUMN, regulasi apa yang dibutuhkan supaya BUMN ini meningkat lebih cepat,” jelasnya.

Berita Terkait : Erick Tak Ada Takutnya

Pemanggilan Chandra ini cukup menyita perhatian publik. Nama Chandra bahkan sempat nangkring di trending topic Twitter.

Setelah Chandra, sore harinya, giliran Rizal Mallarangeng yang datang. Dia tiba sekitar pukul 4 sore. Tampil dengan baju kotak-kotak, Rizal datang dengan menenteng map warna jingga. Namun, ia tidak menghadap Erick.

“Ketemu Arya,” kata Rizal, menyebut nama Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Kalau Chandra mengaku diajak ngopi-ngopi, Rizal bilang pertemuannya dengan Arya dalam rangka kangen-kangenan.

“Sebagai kawan seperjuangan boleh lah memberikan saran. Satu atau dua pandangan berdasarkan studi yang di buat terakhir tentang bagaimana mengubah ekonomi ke arah lebih baik,” kata Rizal.

Berita Terkait : Pilih Calon Direksi, Kementerian BUMN Gandeng PPATK

Selain Chandra, Rizal, dan Ahok, nama lain juga dikabarkan akan diaudisi. Salah satunya Sandiaga Uno, mantan Cawapres 02 di Pilpres lalu. Saat dikonfirmasi mengenai hal ini. Jubir Presiden, Fadjroel Rachman, menyebutkan, audisi calon BUMN diserahkan sepenuhnya ke Erick. “Lebih baik ditanyakan ke Pak Menteri BUMN, Pak Erick Thohir,” ucap dia, saat ditanya wartawan.

Setelah dari Erick, nama itu akan diajukan ke Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Presiden Jokowi. Dalam penentuan nanti, Fadjroel memastikan, Presiden akan menerima masukan dari berbagai pihak. [SAR]