Proses Transisi Blok Rokan Terus Diintensifkan

Klik untuk perbesar
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar. (Foto: Kementerian ESDM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah telah menetapkan PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola blok minyak dan gas terbesar di Indonesia, Blok Rokan di Riau mulai 9 Agustus 2021. Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina, maka kontribusi produksi minyak BUMN tersebut meningkat menjadi 60 persen dari produksi minyak nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyatakan, Pertamina akan segera menanamkan investasu, setelah ditandatanganinya kontrak kerja sama bagi hasil gross split. "Pertamina segera menanamkan investasinya di Blok Rokan. Segera setelah ditandatanganinya kontrak, Insya Allah secepatnya. Pertamina juga sudah melaporkan sumur-sumur mana yang akan di bor," ujar Arcandra, saat ditemui akhir pekan lalu.

Berita Terkait : Sawit Untuk Eropa Akan Dialihkan Jadi B100


Senada, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, sejak Desember 2018, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bergerak cepat agar proses transisi berjalan dengan baik.

Kolaborasi kelompok kerja dari SKK Migas, PT Pertamina (Persero), dan Chevron Pacific Indonesia pun telah dimulai. Hal ini dilakukan untuk membahas persiapan alih kelola, yang secara intensif bekerja menganalisis aspek keteknikan, legal, dan komersial untuk berupaya menjaga agar tingkat produksi Blok Rokan dapat dipertahankan dan dioptimalkan. Sampai pengelolaan beralih ke Pertamina pada tahun 2021.

Berita Terkait : Urusan Bawang Panas Dingin

"Kami belajar dari pengalaman transisi Blok Mahakam. Pembahasan dan persiapan transisi Blok Rokan, kami dilakukan lebih awal, lebih intensif namun tetap efektif. Sehingga, proses transisinya dapat dipercepat dengan hasil yang lebih baik. Kolaborasi kelompok kerja juga akan semakin diintensifkan di tahun ini dan ke depannya ," ujar Agung.


Saat ini, produksinya mencapai 207.000 barel per hari atau setara 26 persen produksi nasional. Blok yang memiliki luas 6.220 km persegi ini memiliki 96 lapangan. Tiga di antaranya berpotensi menghasilkan minyak sangat baik. Yaitu Duri, Minas, dan Bekasap. Tercatat, sejak awal beroperasi pada 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak.

Berita Terkait : Penajam Paser Utara Kini Sudah Dialiri Jargas

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina pada 31 Juli 2018. Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi, setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut. [HES]

RM Video