Kembangkan SDM Bidang Digital

Mendikbud Gaet Google Gembleng 300 Pemuda

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Foto: IG@nadiemmakarim.real)
Klik untuk perbesar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Foto: IG@nadiemmakarim.real)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) bekerja sama dengan Google menjalankan program Bangkit yakni kegiatan pemberian pelatihan bidang teknologi digital kepada pemuda Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berharap Google menambah jumlah peserta pelatihan. Dalam Program Bangkit, jumlah pesertanya saat ini 300 orang.

Baca Juga : Freeport Rogoh Rp 1,4 Triliun Bayar Tunggakan Pajak Air

“Kami komit, siap mendukung Google 100 persen, tapi tolong jangan skalanya kecil. Kalau ini 300, coba Bangkit ini untuk melatih 300 ribu anak,” pinta Nadiem saat menghadiri acara Google for Indonesia di Jakarta, kemarin.

Nadiem mengatakan, pemerintah Indonesia siap mendukung penuh dan berkolaborasi dengan Google. Tapi syaratnya, Google harus menjadikan Indonesia sebagai prioritas nomor satu. Menurutnya, Indonesia membutuhkan shortcut atau jalan pintas yang didukung teknologi untuk menciptakan sumber daya ma nusia yang unggul.

Baca Juga : Smelter Freeport Gresik Akan Dibangun 2023

Nadiem menerangkan, peran teknologi memiliki keterkaitan yang dekat dengan anak-anak, sumber daya manusia, maupun pengguna teknologi itu sendiri. Sebab itu, dia mendorong google untuk menggarap potensi Indonesia. Pada kesempatan ini, Nadiem menekankan, agar pengembangan teknologi memberikan dampak positif, terutama untuk para penggunannya.

Meningkatkan kapabilitas manusia untuk berkarya ke tingkat yang lebih tinggi. “Dalam membangun teknologi, cara kerja kita harus beda. Bukan hanya dari produk tapi dari cara kita mem bangun, mengasah teknologi itu menjadi user centric,” lanjut Nadiem.

Baca Juga : Kapan Virus Corona Wafat? Wallahualam

Pendiri Gojek tersebut memang memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas SDM di bidang teknologi. Sebelumnya, Nadiem menyampaikan kepada para perusahaan startup agar tidak segan meminta kepada pemerintah mengenai apa saja yang dibutuhkan.

“Minta saja yang dibutuhkan. Kementerian bukan regulator, tetapi enabler bagi ekosistem,” ujarnya. [DIR]