Sering Dipalsukan

Buku KIR Diganti Kartu Chip

Klik untuk perbesar
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (tengah) Budi Setiyadi saat memberikan keterangan di kantornya, Kamis (21/11).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi berencana mengganti buku uji KIR menjadi kartu. Soalanya, buku KIR yang didapat saat pemeriksaan kendaraan selama ini rentan dipalsukan.

Nantinya, kata Budi, awal 2020 buku KIR akan diganti dengan Buku Lulus Uji Elektronik (BLUe). BLUe ini dilengkapi dengan chip yang berisikan tentang data kendaraan. Jadi, dengan adanya chip nantinya pemalsuan seperti saat ini tidak terjadi kembali.

"Kartu ini ada chipnya. Untuk membaca chip ini nanti hanya menggunakan handphone dan handphone itu khusus akan saya berikan kepada masing-masing dishub (dinas perhubungan) agar bisa baca kartu ini," katanya di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis, (21/11). 

Berita Terkait : SEA Games, Menpora Siapkan Bonus Rp 8 Miliar

Budi mengungkapkan, ada 72 daerah yang sudah menggunakan BLUe ini. Di antaranya adalah Purwokerto, Banyumas, dan Ponorogo. 

“Sistem juga akan saya perbaiki dan saya mendorong kepada masing-masing dishub kalau bisa pemesanan dan pembayaran mulai menggunakan bantuan teknologi IT agar masyarakat menjadi lebih mudah,” ujarnya.

Menurutnya, ide mengganti buku KIR sudah lama ingin dilakukannya. Karena, modus operandi yang dilakukan untuk memalsukan buku KIR semakin banyak. 

Baca Juga : DPRD Tolak Tarif Sewa Selangit Jaringan Utilitas di DKI

"Saya lihat memang di dalam pendistribusian atau dari mulai percetakan sampai dengan distribusi, pengantaran, ke tempat-tempat kabupaten kota kurang terkontrol dengan bagus," ungkapnya.

Dia menyadari pengubahan buku KIR menjadi kartu masih belum menjamin terhindar dari pemalsuan. Namun, dengan teknologi chip hal di atas akan lebih sulit dilakukan.

"Spesifikasi ini sudah lebih tinggi dan tahun depan akan saya tingkatkan lagi. Ini hanya kartu sebagai pengganti buku KIR kita ganti dengan kartu. Kemudian nanti ada stiker (RFID) dipasang di kaca depan. Ini dibawa juga oleh pengemudinya, jadi ada tiga (yang dibawa)," tuturnya.

Baca Juga : Waspadai Ancaman ASF dari Timor Leste, Kementan Latih Petugas Lapang NTT

Budi menuturkan, belum lama ini terungkap pembuat buku KIR palsu berkedok biro jasa di Jakarta Utara. Berdasarkan dari lokasi kejadian terdapat 405 buku uji KIR palsu yang siap untuk didistribusikan kepada pelanggannya dan 811 lembar stiker palsu.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi mengatakan, kasus pemalsuan buku KIR, tim reskrim Polres Jakarta Utara berhasil menangkap dua orang pelaku bapak dan anak, yaitu RA dan BS di kawasan Sunter, Tanjung Priok.

"Jadi berdasarkan keterangan, pelaku mengaku sudah melakukan kegiatan pemalsuan buku KIR ini sejak 2007 dengan melibatkan anaknya. Masyarakat sekitar hanya mengetahui pelaku sebagai biro jasa uji KIR namun selama ini tidak ada kendaraan yang datang untuk di uji," katanya. [KPJ]