Pemerintah Targetkan 10 Juta Kartu Prakerja di 2020

Klik untuk perbesar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy usai mengukuhkan kader Ekspedisi Bakti Pemuda PMK Untuk NKRI 2019 di Rindam IV/Diponegoro Magelang, Jawa Tengah, Kamis (21/11). (Foto : Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang menyiapkan Kartu Prakerja yang akan diberikan pada pada 2020 mendatang. Untuk saat ini, jumlah penerima kartu tersebut baru mencapai 10 juta orang.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir usai mengukuhkan kader Ekspedisi Bakti Pemuda PMK Untuk NKRI 2019 di Rindam IV/Diponegoro Magelang, Jawa Tengah, Kamis (21/11).

"Yang jelas para penerima nanti harus terlebih dulu mengikuti seleksi yang ketat. Untuk saat ini yang membutuhkan sekitar 10 juta, tapi akan melalui seleksi. Jumlah itu juga baru kemungkinan karena akan dirataskan dulu (rapat terbatas)," kata Muhadjir.

Berita Terkait : Menperin Targetkan Produksi Motor 10 Juta Unit Pada 2025

Pemberian kartu prakerja ini sendiri, menurut Muhadjir, akan ditujukan kepada pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan, dan ingin mendapat pengalaman melalui pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah maupun balai-balai latihan. Sedangkan terkait jumlah penerima bakal ditentukan sesuai kuota yang diajukan pemerintah daerah.

"Setidaknya per provinsi mendapatkan kuota sebanyak dua juta penerima kartu prakerja yang sudah mengikuti seleksi. Dan tentu saja, yang diprioritaskan mereka yang memang siap memasuki dunia kerja tapi belum memiliki keterampilan yang dibutuhkan sehingga nanti bisa memilih tempat-tempat pelatihan.

Tidak harus balai latihan, bisa juga tempat yang dibuka lembaga swasta dan nanti biayanya bisa ditanggung oleh negara," ujar tokoh Muhammadiyah itu.

Berita Terkait : Semangati Para Atlet, Muhadjir Terbang Ke Manila

Muhadjir berharap, melalui pengembangan bakat dan keahlian masyarakat lewat program kartu prakerja, perkembangan investasi di Indonesia akan dapat melaju dengan pesat.

Sebab, selain dengan adanya peningkatan skill tersebut dapat menambah lapangan pekerjaan, keahlian masyarakat juga dapat bersaing dengan pekerja luar. 

"Tapi selain itu, pemerintah juga ingin mendorong adanya peningkatan kualitas pendidikan di tingkat SMK. Begitu juga dengan balai-balai latihan agar bisa lebih berperan signifikan dalam menyiapkan tenaga kerja yang cakap dan sesuai dengan kebutuhan zaman," ujarnya. [DNU]