Menteri Erick Masih Pikir-pikir

Holding Karya BUMN Gagal Terbentuk?

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir saat meresmikan salah satu proyek infrastruktur, Tol Simpang Pematang, belum lama ini. Foto: Twitter @HutamaKarya

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pembentukan holding BUMN Karya atau Infrastruktur yang digagas era eks menteri BUMN Rini Soemarno terancam batal. Erick Thohir yang kini menjabat Menteri BUMN masih menimbang untung-rugi dibentuknya holding tersebut. 

Holding BUMN Karya masuk dalam Rencana Strategis Kementerian BUMN 205-2019 era Rini Soemarno. Di mana ada dua Holding yakni Holding BUMN Infrastruktur dan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan.

"Mengenai holding untuk BUMN Karya sepertinya lagi dikaji. Memang kecil kemungkinan untuk bikin holding di BUMN Karya," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Jumat (22/11).

Berita Terkait : Erick Tak Cuma Butuh Orang Cerdas, Akhlaknya Juga Harus Baik

Arya mengungkapkan, kemungkinan rencana ini batal karena banyak pertimbangan. Sayangnya Arya belum banyak bercerita soal batalnya rencana tersebut. Padahal pembentukan Holding BUMN Karya hanya tinggal selangkah lagi, tinggal menunggu peraturan pemerintah yang menjadi payung hukum pembentukannya.

"Terdapat pertimbangan-pertimbangan mengenai kecilnya peluang terbentuknya holding BUMN karya tersebut. Mungkin mau spesifik, karena saling berbenturan mengingat BUMN-BUMN karya ini bisnisnya mirip-mirip," tegas Arya.

Mantan anggota Timses Jokowi-Amin di Pilpres 2019 ini berpendapat, jika holding BUMN karya jadi terbentuk dikhawatirkan malah mendominasi dan kontraktor-kontraktor swasta kecil mengeluh. "BUMN itu sebagai trigger pembangunan, bukan untuk mematikan bisnis-bisnis rakyat," katanya.

Berita Terkait : Audisi Calon Bos BUMN Menarik Jadi Tontonan

Terkait rencana pembentukan holding-holding lainnya seperti holding perbankan, holding jasa keuangan, holding pertahanan, holding penerbangan, dan bahkan holding pelabuhan, menurut Arya hal tersebut masih memungkinkan untuk terbentuk. "Masih sangat memungkinkan karena dilihat dari kategori, sektor dan model bisnisnya," tegas.

Namun untuk pembentukan holding BUMN karya, Kementerian BUMN untuk sementara ini masih mengkaji apakah ada bentuk lain yang sesuai untuk BUMN-BUMN karya selain pembentukan holding.

Rencananya perusahaan induk BUMN bidang infrastruktur atau karya akan terdiri atas enam perusahaan. Yaitu PT Hutama Karya (Persero) sebagai holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).

Berita Terkait : Merapat Ke Kantor Erick Thohir, Ahok Oke Urus BUMN

Pembentukan holding tersebut bertujuan untuk menciptakan badan usaha plat merah yang besar, kuat, dan lincah. Khususnya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, serta proyek-proyek strategis nasional.

Melalui penguatan permodalan dan peningkatan kapasitas pendanaan, serta didukung oleh pengembangan keahlian BUMN. Pembentukan holding diharapkan dapat mempercepat pengembangan infrastruktur yang dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi misalnya infrastruktur konektivitas yang dapat menciptakan koridor-koridor ekonomi baru dan menurunkan logistic cost di Indonesia. [MEN]