Di Depan 22 Peneliti Muda Korsel

Jokowi Yakini RI Masuk 4 Besar Ekonomi Terkuat Dunia

Presiden Jokowi
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menyampaikan keyakinannya terhadap kalkulasi Bank Dunia, IMF,  McKenzie, bahwa Indonesia akan masuk ke 4 besar dunia ekonomi terkuat di dunia.

“Saya meyakini itu akan mencapai titik itu. GDP nominal, GDP PDB kita nomor 4 perkiraan nanti income per kapita  sudah mencapai 23 ribu sampai 29 ribu dolar AS per tahun. Kalau sekarang UMK baru Rp2 juta sampai Rp3 juta. Nantinya Rp23 juta rupiah per bulan,” kata Jokowi saat bertemu dengan 22 peneliti muda Indonesia di Korea Selatan (Korsel), di Hotel Lotte, Busan, Senin (25/11) pagi.

Turut mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Baca Juga : Ahok Calon Bos Proyek Ibu Kota Negara, Fakta Apa Hoaks

Menurut Presiden, langkah ini merupakan  lompatan yang sangat besar yang akan terjadi. Kalau step-step besar, pekerjaan-pekerjaan besar yang dilalui dengan tahapan-tahapan yang benar tanpa gangguan turbulensi politik.

“Jangan sampai stabilitas politik, keamanan itu ada seperti ini terus. Seolah-olah perhitungan itu tidak akan meleset karena yang menghitung bukan saya pribadi dan tentu saja tantangan-tantangan kita besar sekali,” terang Presiden.

Sekarang ini, lanjut Presiden, akan masuk ke tahapan membangun sebuah trust dari negara-negara lain yang ingin ditunjukkan meskipun ekonomi dunia lagi kurang bagus semuanya.

Baca Juga : AS Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Ia menyebutkan, Indonesia masih bisa bertahan, growth pertumbuhan ekonominya masih bertahan di atas 5 persen lebih. Kalau angka itu terus bisa dipertahankan, Presiden meyakini, kepercayaan negara lain bisa benar-benar melihatnya, dan mengkalkulasi hingga  timbul trust.

“Itulah yang kita tunggu-tunggu sebetulnya sehingga harus mudah mengalir, FDI/Foreign Direct Investment juga kita harapkan bisa mempercepat, maju lebih depan lagi, kita bisa ke 4 besar ekonomi dunia,” tuturnya.

Presiden meyakini dengan apa yang dihadapinya, peneliti muda yang akan jadi sebuah  kepemimpinan, dan pemimpin-pemimpin bukan hanya di bidang, mungkin nanti akan muncul industri-industri yang sekarang enggak bisa tebak apa. Tetapi akan muncul. dan munculnya itu dari periset-periset yang sekarang ini.

Baca Juga : Kongres Ulama Tolak Omnibus Law, Kiai Ma`ruf Turun Tangan

“Ya enggak apa-apa sekarang di sini dulu enggak apa-apa melihat, dalam arti kemudian pada titik tertentu nanti akan kembali ke negara kita,” tuturnya.

Sebelumnya, di hadapan 22 peneliti muda Indonesia di Korsel, Presiden Jokowi mengatakan, inilah waktunya mimpi besar kita dalam nanti inovasi.

"Sekarang kita sudah masuk menggunakan B20, sebentar lagi masuk B30. Baham bakar ini betul-betul sangat mengurangi impor minyak. Ketergantungan kita pada pasar ekspor, di dalam negeri saja bisa kita gunakan dengan baik. Ke depan kalau kita mau berbelok dari ada transformasi ekonomi, ada transformasi teknologi saya kira bahan-bahan mentah enggak perlu ekspor,” tegasnya.(NOV)