Buka Festival Qasidah

Wamenag: Musik Pengikat Keragaman Bangsa

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. (Foto: Twitter@Kementerian Agama RI)
Klik untuk perbesar
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. (Foto: Twitter@Kementerian Agama RI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi membuka Pemilihan Duta Qasidah tingkat Nasional XXIV. Festival tahunan yang digelar Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (Lasqi) ini berlangsung di City of Music Ambon. 

Di hadapan ratusan kontingen dari berbagai provinsi, Wamenag mengungkap peran penting musik dalam keragaman bangsa. "Musik menjadi pengikat bagi rakyat Indonesia untuk menjaga identitasnya sebagai masyarakat tanah air yang kaya keberagaman, baik suku, agama, adat, bahasa, dan budaya," terang Zainut Tauhid di Ambon, Senin (25/11).

Berita Terkait : Jokowi Dengarkan Cerita Saat Berjuang Harumkan Nama Bangsa

Menurutnya, identitas kebudayaan yang dibangun melalui musik terus relevan dan tidak usang. Musik menjadi anugerah Tuhan yang harus dikembangkan sebagai pemersatu masyarakat. 

"Seni qasidah juga harus terus mengikuti perkembangan zaman. Nilai seni qasidah harus terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan alat musik modern, namun tetap menjaga tradisi," pesannya. 

Baca Juga : Waspada, 6-9 Jam ke Depan, Air Akan Sanpai di 11 Titik Lintasan Ciliwung Ini

Ketua DPP Lasqi Tarmizi Tohor dalam laporannya menyebut bahwa pihaknya sudah merancang gelaran festival qasidah hingga 2023. "Tahun 2020, festival nasional ini akan berlangsung di Aceh. Selanjutnya, 2021 di Kalteng,  2022 di Banten, dan 2023 akan berlangsung di Lampung," tandasnya. 

Pemilihan Duta Qasidah Nasional XXIV di Ambon akan berlangsung hingga 29 November 2019. Ada dua cabang yang dilombakan, yaitu: vokalis dan kolaborasi.[SRI]