Makan Malam Di Kerajaan Madrid

Wamen LHK: Sekjen PBB Titip Salam Untuk Jokowi

Klik untuk perbesar
Wamen KLHK Alue Dohong bertemu Sekjen PBB Antonio Guterres saat makan malam di kerajaan Madrid, Senin (2/11).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Raja Spanyol, Felipe VI mengundang makan malam para kepala delegasi negara yang ikut dalam Konferensi Perubahan Iklim ke 25 di Kerajaan Madrid.

Salah satunya, Wakil Menteri KLHK Alue Dohong. Alue merasa senang bisa bertemu dengan Raja Spanyol, Felipe.

"Senin malam para kepala delegasi negara diundang makan malam. Saya hadir dan merasa beruntung bisa ngobrol dengan Raja Spanyol. Saya mengucapkan terima kasih atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia karena Spanyol telah bersedia menjadi tuan rumah COP25," cerita Wamen kepada awak media di area Paviliun Indonesia di COP25 Chile Madrid, Selasa (3/12) siang, waktu setempat.

Baca Juga : Ketika Harley Ketemu Erick Thohir

Selain bertemu Raja,  Alue juga bertemu dengan Sekjen PBB Antonio Guterres saat makan malam. 

"Pak Antonio titip salam untuk Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Saya juga bertemu dengan Ketua DPR Amerika, Nancy Pelosi dan Chairman IPCC Hoesung Lee disana. Artinya, kita benar benar dihargai," kata Alue. 

Dalam jamuannya, kata Alue Raja Spanyol berharap forum COP25 dapat memberikan hasil nyata agar time for action segera dijalankan kedepannya. Termasuk peran laut dalam mitigasi perubahan iklim blue cop di forum perubahan iklim selanjutnya.

Baca Juga : Jokowi Panggil Kapolri Soal Kasus Novel, Polri: Itu Hal Yang Wajar

"Saya pikir ini kesempatan baru. Kalau bicara blue carbon atau blue cop seperti sekarang kita agak fokus pada mitigasi. Bukan pada adaptasi. Sekarang kita mulai bergerak ke dua-duanya untuk memperkuat daya tahan adaptasi terhadap perubahan iklim terutama mangrove. Hal ini untuk memperkuat peningkatan permukaan laut, dan mengurangi emisi, " ujarnya.

Dikatakannya, pencegahan pemanasan global akan menjadi agenda ke depan untuk memperkuat data keilmuan tentang pengurangan emisi karbon di COP selanjutnya.

"Mungkin mangrove sudah relatif banyak diberikan datanya, tapi di sektor lain masih kurang. Salah satunya, di laut. Ke depan kita akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengurangi emisi karbon," tandasnya.(FIK)