Pecat Bos Garuda Karena Moge Gate

Erick Mengesankan

Menterj BUMN Erick Thohir. (Foto: Patra Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Menterj BUMN Erick Thohir. (Foto: Patra Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir sangat gemas dan kecewa dengan kelakuan Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Bagaimana tidak, pria yang sering dipanggil Ari Askhara itu, terbukti terlibat dalam kasus moge-gate alias penyelundupan Harley Davidson melalui pesawat Garuda. Erick pun langsung memecatnya. Sikap tegas Erick sangat mengesankan.

Kemarin, Erick bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelar jumpa pers mengenai moge-gate di Gedung Kementerian Keuangan. Acara dimulai sekitar pukul 15.40 WIB.

Pada kesempatan itu, Erick tampil dengan mengenakan batik warna hijau lengan panjang. Erick mengapresiasi Dirjen Bea Cukai dan timnya yang berhasil membongkar kasus penyelundupan Harley menggunakan pesawat Garuda. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Menkeu Sri Mulyani yang langsung ikut turun tangan. “Ini cepat sekali prosesnya,” kata dia.

Menurutnya, kasus penyelundupan Harley ini sensitif, sehingga harus ditindaklanjuti secara prosedural. Apalagi ini menyangkut Good Corporate Governance (GCG). Dia juga mengaku, telah menerima surat dari Dewan Komisaris maskapai pelat merah itu. Begitupun dari Komite Audit.

Dari Komite Audit, Erick mengaku, pemilik Harley adalah AA. AA yang dimaksud adalah Ari Askhara. Menurut dia, Ari memberi instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson type Shovelhead di 2018. “Ini motor tahun 70-an, jadi motor klasik,” imbuhnya.

Berita Terkait : Hari Ini, Erick Lantik Sesmen dan Deputi BUMN

Pembelian ini lanjut dilakukan pada April 2019. Proses transfer dari Jakarta, dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda Indonesia di Amsterdam. “Saudara IJ membantu mengurus proses pengiriman dan lainlain,” bebernya lagi.

Erick mengaku sedih atas perilaku oknum petinggi Garuda ini. Dia pun akhirnya memutuskan untuk memecat bos Garuda Indonesia. “Dengan itu saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda,” tegasnya.

Tindakan tegas ini, kata dia, tidak berhenti sampai di sini saja. Ia akan membongkar oknum-oknum lain yang akan tersangkut kasus ini. “Saya yakin Menkeu dan Dirjen Bea Cukai akan memproses secara tuntas, apalagi ditulis kerugian negara. Jadi sudah menjadi faktor tidak hanya perdata, tapi pidana ini yang memberatkan,” tutur Erick.

Sri Mulyani yang juga turut hadir dalam jumpa pers memaparkan detail kronologis dari kasus penyelundupan Harley. Menurutnya, semua berawal dari pemeriksaan yang dilakukan Ditjen Bea dan Cukai pada 17 November 2019. Pesawat baru Garuda Indonesia buatan pabrikan Airbus, mendarat langsung di hanggar PT GMF sesuai izin yang diajukan pihak Garuda untuk keperluan seremoni.

Karena pesawat bertipe baru dan belum pernah dioperasikan. Setelah tiba, pihak kepabeanan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, pesawat yang mengangkut 22 penumpang itu, nihil cargo di bagian kabin dan kokpit, sehingga tidak ada pelanggaran kepabeanan.

Berita Terkait : Erick Minta Seluruh BUMN Antisipasi Penyebaran Virus Corona

“Tapi pada lambung pesawat, yakni bagasi penumpang, ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 box yang keseluruhannya memiliki claim tag bagasi penumpang,” bebernya.

Isinya 15 koli berisi sparepart moge bekas, dan 3 koli berisi 2 unit sepeda Brompton dalam kondisi baru beserta aksesoris sepeda.

Ditaksir, harga Harley yang diseludupkan itu berkisar antara Rp 200 juta sampai Rp 800 juta per unit. Sedangkan sepeda Brompton dinilai berharga antara Rp 50 juta sampai Rp 60 juta per unit. Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 532 juta sampai Rp 1,5 miliar.

Untuk diketahui, sebelumnya Ari Askhara juga disorot mengenai skandal laporan keuangan Garuda Indonesia 2018. Saat itu, manajemen Garuda mengelembungkan pendapatan atas kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi (MAT) bernilai 239,94 juta dolar AS atau setara Rp 3,41 triliun.

Dengan begitu, maskapai pelat merah itu jadi terlihat untung. Namun, OJK mencium kecurigaan itu dan menghukum Garuda atas pelanggaran tersebut serta diwajibkan melakukan restatement atau pernyataan ulang atas laporan keuangan 2018.

Berita Terkait : Tiga Nama Baru Masuk Jajaran Direksi Asabri

Praktisi ekonomi Sabri Aly menilai, apa yang dilakukan elite Garuda Indonesia itu fatal dan melanggar hukum. “Keputusan Erick cukup mengesankan. Copot saja, ini tindakan kriminal,” kata Sabri Aly ketika berbincang dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Presiden Aceh Business Club itu menilai, langkah Erick ini sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi yang menginginkan BUMN dirombak total, agar memiliki daya saing tinggi di kancah internasional.

“Pengurus BUMN yang bermasalah harus dicopot. Dunia usaha harus clear dari masalah-masalah kri minal seperti itu,” pungkas Sabri. [SAR]