Resmikan Pabrik Chandra Asri, Jokowi Targetkan Impor Petrokimia Bisa Disetop

Presiden Jokowi menghadiri peresmian pabrik polyethylene baru milik PT Chandra Asri Petrochemical. (Foto: Kemenperin)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi menghadiri peresmian pabrik polyethylene baru milik PT Chandra Asri Petrochemical. (Foto: Kemenperin)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meresmikan pabrik polyethylene baru milik PT Chandra Asri Petrochemical. Dia menargetkan, impor bahan-bahan petrokimia bisa disetop.

Peresmian dilakukan di Cilegon, Banten, hari ini. Pada kesempatan itu, Jokowi ditemani Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Adamas Belva Syah Devara, serta Gubernur Banten Wahidin Halim.

Dalam sambutannya, eks Wali Kota Solo itu mengapresiasi Chandra Asri yang melakukan investasi Rp 60-80 triliun untuk membangun pabrik petrokimia. Dia berharap, dengan adanya pabrik ini, nilai impor bahan-bahan petrokimia yang besar bisa disetop.

Berita Terkait : Jokowi: Yang Timbun Masker Akan Berurusan dengan Polisi

“Feeling saya mengatakan, 4 tahun lagi kita, 3 atau 4 tahun lagi kita sudah tidak mengimpor lagi yang namanya bahan-bahan petrokimia dan justru bisa kita ekspor,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, berdasarkan laporan ekspor bahan kimia mencapai Rp 124 triliun, sementara impor bahan kimia saat ini Rp 317 triliun. Menurut Jokowi, jumlah defisitnya masih besar, Rp 193 triliun.

Menurut Jokowi, kebutuhan domestik polyethylene saat ini yang mencapai 2,3 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi nasional baru 780.000 ton. Artinya, Indonesia masih harus impor 1,52 juta ton. 

Berita Terkait : Jokowi Tegaskan Sebagian Besar Pasien Corona Bisa Sembuh

“Jangan berikan peluang-peluang seperti ini ke negara lain. Kalau kita bisa membuat sendiri kenapa kita harus impor,” pinta Jokowi.

Presiden  juga menyampaikan rasa senangnya karena setiap penanaman modal itu pasti menyerap ratusan, ribuan tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari daerah. “Inilah pentingnya kenapa saya selalu menyampaikan penanaman modal, penanaman modal, penanaman modal, investasi, investasi, investasi,” ujarnya.

Pabrik baru polyethylene miliki PT Chandra Asri Petrochemical itu akan menambah kapasitas produksi sebesar 400 ribu ton per tahun, sehingga total kapasitas menjadi 736 ribu ton per tahun. Selain itu, Chandra Asri juga fokus mengembangkan kompleks petrokimia kedua dengan investasi sekitar Rp 60-80 triliun. Pembangunan ini diharapkan selesai pada 2024. [JAR]

Berita Terkait : Bertemu Presiden Jokowi, Tony Blair Happy Masuk Tim Pemindahan Ibu Kota