RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi dipastikan telah menunjuk mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero).

Rudiantara akan mengisi posisi direktur utama, yang ditinggalkan oleh Sofyan Basir sejak ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1 pada 23 April 2019.

Berita Terkait : Lima BUMN Sepakat Sinergikan Bisnis Hotel

Kepastien penunjukan Rudiantara ini, antara lain diungkap Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Senin (9/12).

"Pak Rudi memang orang PLN. Selama di kabinet, beliau bagus. Jadi, saya kira keputusan Pak Presiden sudah sangat. Saya kira, PLN akan lebih bagus nanti," papar Luhut.

Baca Juga : Eks Bos Humpuss Transportasi Kimia Taufik Agustono Didakwa Suap Bowo Sidik

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga juga membenarkan kabar ini. "Pak Erick juga sudah sampaikan. Pak Rudi adalah yang terbaik," kata Arya, Senin (9/12).

Sebelumnya, pada 25 November 2019, Sekretaris Kabinet Pramono Anung telah membenarkan Rudiantara bakal menjadi nakhoda BUMN setrum.

Baca Juga : KPK Bantu Kemensetneg Tertibkan Aset Senilai Rp 571,5 Triliun

Menurutnya, sidang Tim Penilai Akhir (TPA) yang salah satunya menentukan pos Rudiantara, sudah selesai digelar. "Mudah-mudahan, segera dilantik," ujarnya ketika itu. [HES]