RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian BUMN menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam proses seleksi calon direksi, yang akan duduk di sejumlah BUMN.

"Kalau BUMN baru terakhir ini dimintakan kepada kita," kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dalam Refleksi Akhir Tahun di Jakarta, Jumat (13/12).

Berita Terkait : Top, WIKA Sabet 5 Penghargaan Bergengsi BUMN Marketeers Award 2020

Ditanya siapa saja calon direksi BUMN yang akan ditelusuri aktivitas keuangannya, Kiagus Ahmad hanya menjawab singkat. "Iya pokoknya ada.Sudah diminta sama Meneg BUMN (Erick Thohir, Red)," ujarnya, tersenyum.

Penelusuran transaksi keuangan yang dilakukan PPATK meliputi pola-pola transaksi, yang selama ini dilakukan oleh calon pejabat publik tersebut. "Kalau tiap bulan dia terima (aliran dana) di luar karakteristik profil dia, maka kita laporkan dalam TKM (transaksi keuangan mencurigakan)," jelas Kiagus Ahmad.

Berita Terkait : Lima BUMN Sepakat Sinergikan Bisnis Hotel

Meski begitu, laporan tersebut harus dianalisis terlebih dahulu karena kemungkinan dana tersebut berasal dari hasil investasi dari dana sebelumnya. Yang penting, didasarkan pada sumber yang jelas. [HES]