Sidak Ke Ende, Budi Projo Pantau Duit Desa

Wamen Desa Budi Arie Setiadi melakukan kunjungan ke sejumlah Desa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/12).
Klik untuk perbesar
Wamen Desa Budi Arie Setiadi melakukan kunjungan ke sejumlah Desa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/12).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Budi Arie Setiadi melakukan kunjungan ke sejumlah Desa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/12). 

Kunjungan ini dalam rangka sosialisasi dan memantau kondisi desa serta pemanfaatan penggunaan dana desa sekaligus memberikan solusi dari setiap permasalahan desa yang ada di Kabupaten Ende.

Sejumlah desa yang dikunjungi tersebut, diantaranya yakni desa maju di Nanganesa Kecamatan Ndona, desa berkembang di Bheramari Kecamatan Nangapanda dan desa sangat tertinggal di Wawonato Kecamatan Ende.

Baca Juga : Soal Virus Corona, Menkes: Saat Ini Indonesia Siaga Satu

Dalam setiap kunjungannya, eks Ketua Projo ini didampingi Dirjen PPMD Kemendes Taufik Madjid melakukan dialog dengan masyarakat desa.

"Kita berdialog langsung dengan masyarakat desa. Kita ingin tahu perkembangan desa, dan kita juga ingin tahu permasalahan yang ada didesa. Kalau memang ada permasalahan. Mari kita sama-sama cari solusinya, biar permasalahan itu bisa tuntas," kata Wamen usai mengunjungi Desa Wawonato, Kabupaten Ende pada Selasa (17/12).

Budi menegaskan, bahwa spirit Pancasila yakni gotong-royong harus menjadi fondasi dasar pembangunan desa. Pembangunan desa harus berbasis partisipasi dan masyarakat harus terlibat aktif dalam hal mengontrol dan mengawasi pembangunan desa terutama yang berasal dari Dana Desa.

Baca Juga : Citilink Cetak Kinerja Positif Sepanjang 2019

"Dana desa itu milik masyarakat sehingga harus bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Kita hanya memastikan bahwa Dana Desa berguna untuk masyarakat, sehingga butuh pengawasan bersama terhadap pengelolaan dana desa," kata Wamen.

Wamen mengharapkan, agar 5 tahun ke depan, dana desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mampu keluar dari ketertinggalan dan kesenjangan.

"Oleh karena itu, mulai tahun ini optimalkan pemanfaatan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi. Termasuk mengurangi stunting. Pemerintah pusat tidak bisa berjalan sendiri dan Kita harus yakin dan optimis bahwa jika desa maju Indonesia, pasti maju," katanya.

Baca Juga : Besok, Kongres Biasa PSSI Akan Digelar di Bali

Dalam kegiatan kunjungan kerja ke sejumlah desa di Kabupaten Ende, Wamen menyempatkan menyerahkan secara simbolis kunci mobil bantuan transportasi yang berasal dari DAK Afirmasi 2019 dari Kemendes PDTT kepada Kelompok Usaha Ana Nggoro, Desa Nuaone, Kecamatan Detusoko. [DIR]