RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepolisian terus mendalami motif pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Selain itu, korps baju cokelat juga menelusuri kemungkinan ada yang menyuruh pelaku melakukan aksi teror itu.

"Terkait motif, sampai saat ini kita terus dalami. Apakah ini dilakukan sendiri, atau ada yang menyuruh. Ini masih didalami," ujar Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, usai Konferensi Pers Polri Akhir Tahun 2019 di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Sabtu (28/12).

Berita Terkait : Kabareskrim: Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada 2020

Listyo menyebut, hal itu harus dibuktikan dengan fakta. Penyidik tidak bekerja dengan opini atau persepsi. Dia memastikan, penyidik bekerja secara cermat dan transparan.

"Kalau faktanya ada perkembangan mengarah ke tersangka lain, kita tak ada masalah. Tapi kan semuanya kan harus ada kesesuaian, pembuktian. Ada pengecekan keterangan dengan fakta yang didapati," tuturnya.

Berita Terkait : Bareskrim Tangkap 3 Anggota Sindikat Internasional Penipuan Pembelian Ventilator

Listyo mengingatkan, perjalanan kasus ini masih panjang. Penyidik masih terus bekerja. "Jadi silakan ditunggu. Ini baru permulaan. Kita baru mulai bekerja. Ini masih panjang. Seperti yang disampaikan Kapolri, semuanya akan dibuka dalam persidangan," tandasnya. [OKT]