BKS Ngetes Jalur Layang Kereta Api Bandara Kualanamu

Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: Kemenhub)
Klik untuk perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: Kemenhub)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jalur layang Kereta Api Bandara Kualanamu, Medan, sepanjang 10,8 kilometer (km) telah beroperasi sejak 1 Desember 2019. Rencananya Presiden Jokowi bakal meresmikan pada Januari atau Februari 2020.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengaku, sudah menyurati Presiden Jokowi untuk meresmikan jalur layang Kereta Api Bandara Kualanamu.  "Kemenhub sudah melaporkan jalur layang Kereta Api Bandara Kualanamu yang sudah dioperasikan mulai Desember ke Presiden Jokowi. Diharapkan Presiden meresmikannya pada Januari atau Februari," ujarnya dalam tinjauannya ke Stasiun Bandara Kualanamu, Medan, Sabtu (4/1).

BKS-sapaan akrab Budi Karya menilai, jalur layang kereta api itu bisa jadi tulang punggung transportasi di Medan. “Ini bisa dijadikan backbone (tulang punggung) dan satu sarana utama di mana antarmoda bisa dilakukan di sini, di stasiun ini dan stasiun yang lain,” katanya. 

BKS melihat manfaat yang baik darinjalur layang di Medan, berencana mengkaji kemungkinan pembangunan jalur layang stasiun kereta api di wilayah lain. “Itu akan menjadi suatu rekomendasi yang akan kami buat menjadi suatu anchor rekomendasi angkutan massal di Medan,” ungkapnya.

Berita Terkait : Jalur Sepeda di DKI, Banyak Dibangun Tapi Tak Ada Kebijakan Pendukung

Untuk itu, dengan adanya moda transportasi baru ini masyarakat di kota Medan diharapkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi demi mengurai kemacetan.

BKS mengungkapkan, kereta api Bandara Kualanamu-Medan kian cepat dari sebelumnya 45 menit kini hanya 28 menit. Selain itu, jumlah penumpang langsung mengalami peningkatan 10 persen yakni pada Desember 2019 yang mencapai 50.360 penumpang. Sementara pada November 2019 jumlah penumpang hanya 48.719.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan, pembangunan jalur layang Kereta Api Bandara Kualanamu ini dibiayai dari dana APBN/SBSN anggaran tahun 2015-2019 Rp 2,86 triliun.

Menurutnya, dengan pembangunan jalur layang itu telah menghilangkan 9 titik perlintasan sebidang. Jalur layang itu mulai dioperasikan Desember 2019 sejalan dengan dilaksanakannya Gapeka 2019, 1 Desember 2019.

Berita Terkait : Libur Tahun Baru 2020, Penumpang Kereta Api Naik 4 Persen

Selain pembangunan jalur layang, juga dilakukan modernisasi Stasiun Medan, Pulo Brayan, pemasangan peralatan pendukung pelayanan, pembangunan jalur ganda sepanjang 22 km, pembangunan Stasiun Aras Kabu, Batangkuis, dan Bandar Khalipah.

"Pembangunan elevated track juga telah menghilangkan 9 titik perlintasan sebidang. Waktu dari 30 hingga 40 menit menjadi 28 menit. Jumlah perjalanan kereta bertambah dari 42 menjadi 50 per hari," katanya.

Sementara, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengatakan, beroperasinya jalur layang itu menjadi jalan untuk untuk mendorong perekonomian di Kota Medan. “Setidaknya bisa menjadi nilai tambah untuk menarik investasi, termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Musa menambahkan, keberadaan jalur layang ini juga menjadi bentuk dukungan kelancaran persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar di Sumatera Utara pada 2024.

Baca Juga : Ditanya Soal Izin Revitalisasi Monas, Sekda DKI: Pelaporan Bisa Sambil Jalan

"Sejalan dengan persiapan menghadapi PON 2014 mendatang. Dengan begitu, kami lebih siap dalam mengatur transportasi para atlet atau tamu yang akan hadir di Sumut,” ujarnya. [KPJ]