China Perketat Impor, Harga Batu Bara Januari Turun

Ilustrasi tambang batu bara. (foto: ist)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi tambang batu bara. (foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menetapkan, harga jual pasar untuk komoditas batu bara pada Januari 2020 sebesar 65,93 dolar AS per ton atau turun tipis 0,37 dolar AS per ton dari Harga Batu bara Acuan (HBA) Desember sebesar 66,30 dolar AS per ton. Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 2 K/30 MEM/2020. 

"Penyebab penurunan harga batu bara pada Januari 2020 adalah pengetatan persyaratan impor batu bara ke China serta kinerja impor batubara di negara-negara pengimpor terutama di kawasan Asia seperti China, India, Jepang dan Korea Selatan yang semakin menurun," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Selasa (14/1).

Berita Terkait : ESDM Patok DMO Batu Bara 25 Persen

HBA Januari akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel). Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami fluktuatif harga di Januari 2020. Misalnya, untuk harga Nikel turun menjadi 13.875,68 dolas AS per dry metric ton (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu 16.107,27 dolar AS per dmt. 

Baca Juga : Mahfud: Jangan Cuma Usul, Harus Ada Solusi

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). [DIT]