Bijaklah Menggunakan Media Sosial

Muhadjir Ingatkan Konten Negatif Bisa Picu Konflik

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadijir Effendy. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Klik untuk perbesar
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadijir Effendy. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan anak muda bijak menggunakan media sosial (medsos). Negara ini bisa berkembang karena teknologi, tapi bisa juga hancur karena salah menggunakan teknologi.

Menurutnya kunci keberhasilan pembangunan Indonesia di era digital salah satunya dengan menciptakan konten positif yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat ke arah lebih baik.

Tapi, informasi yang tersedia tidak jarang dikemas dalam sebuah konten negatif yang dikhawatirkan dapat menimbulkan polemik hingga meng ancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Manusia itu pada hakikatnya belajar. Belajar untuk mengubah tingkah laku juga membutuhkan asupan informasi sehingga orang dapat berpikir dan menentukan sikap.

Berita Terkait : Pastikan Siap Pakai, Menteri Muhadjir Jajal Lintasan Atletik di Mimika Sport Center

Kalau istilah Pak Presiden itu berhijrah, mengubah sikap perilaku dari negatif ke positif atau dari positif menjadi lebih positif,” kata Muhadjir saat berpidato di acara Creator Muda Summit 2020, di Jakarta, kemarin.

Dia mengakui bukan hal mudah mempengaruhi masyarakat melalui konten positif. Sebabnya, kecenderungan konten negatif meskipun tidak terorganisir tetapi memiliki daya yang sangat besar untuk bisa memengaruhi pemikiran serta memicu tindakan reaktif dari masyarakat.

Muhadjir mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk lebih aktif memMuhadjir Effendy banjiri media digital terutama media sosial dengan kontenkonten positif.

Apapun bentuk kreativitas yang disajikan harus berisi informasi yang dapat diadopsi menjadi perubahan perilaku ke arah lebih baik.

Berita Terkait : Menko Muhadjir Akan Luncurkan `Sarapan Tambahan Anak Desa`di HPN 2020

“Ketika kita membanjiri informasi positif belum tentu mengubah cara pandang manusia menjadi positif karena ada pertarungan dengan konten negatif yang sangat kencang. Tapi kita sepakat untuk terus menyebar wabah konten positif itu dan kemudian dilanjutkan dengan diseminasi,” ucapnya.

Muhadjir mengakui, pemerintah telah berupaya mengatasi maraknya peredaran konten negatif di internet di antaranya melalui pemblokiran situs yang disinyalir mengandung unsur negatif oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Hasil temuan Kemenkominfo, sebanyak 2.376 informasi atau berita bohong alias hoaks beredar pada Agustus 2018 sampai 23 Juni 2019.

Hoaks menyangkut isu politik berjumlah 734, agama 118, kesehatan 256, pemerintahan 268, fitnah 182, kejahatan 173, bencana alam 107, mitos 97, internasional 115, penipuan 67, perdagangan 16, pendidikan 9, dan lain-lain 122.

Berita Terkait : Muhadjir: Keputusan Kami Sudah Bulat…

“Menangkal hoaks tidak mungkin hanya pemerintah. Pemerintah membuat regulasi dan mengendalikan regulasi itu supaya berjalan baik, tetapi juga dibutuhkan peran aktif lembaga lain seperti LSM dan swasta termasuk para pegiat yang pro konten positif untuk bersamasama berperang melawan konten negarif,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Muhadjir mengapresiasi kegiatan kompetisi bertajuk Creator Muda Academy, bertujuan mendorong kreativitas anak bangsa dalam menciptakan konten positif di media digital.

Sebanyak 100 pelajar dari 10 kota besar di Indonesia yang telah terpilih sebagai pemenang dihadirkan dalam acara Creator Muda Summit 2020 untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.

Karya karya yang dihasilkan mereka tidak saja dinilai kreatif tetapi juga memiliki konten yang positif serta mampu menginspirasi para pengguna media digital. [DIR]