Soal Asabri, Kemhan Pastikan Dana Pensiun Prajurit Aman

Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto di Kantor Kemhan, Kamis (16/1). (Foto: Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto di Kantor Kemhan, Kamis (16/1). (Foto: Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Seluruh prajurit TNI, Polri dan PNS Kementerian Pertahanan (Kemhan) dihimbau tidak perlu takut kehilangan dana pensiun dan tunjangan hari tua yang selama ini disimpan di PT Asabri (Persero). Sebab, dana simpanan hasil dari potongan gaji itu tetap aman.

Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto mengatakan, simpanan dari penarikan potongan gaji para anggota TNI-Polri dan PNS Kemhan ini memang ada, dan sudah diatur dalam Keppres Nomor 8 Tahun 1977. Total potongannya sebesar 10 persen, yang terdiri 4,75 persen untuk ASABRI, 3,25 persen untuk tunjangan hari tua dan perumahan, serta dua persen untuk Kesehatan.

"Saya sendiri juga masih kena. Nah kalau soal dugaan korupsi di PT Asabri, saya tidak bisa berkomentar banyak soal ada tidaknya korupsi," kata Totok di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (16/1).

Berita Terkait : Soal Anggaran, Menpora Minta Jajarannya Kedepankan Prinsip Transparansi dan Akuntabel

Sementara, Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antara Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, telah mendapatkan laporan dari PT Asabri dan BUMN menyangkut dana prajurit tersebut.

"Berdasarkan laporan dari BUMN dan juga Asabri, kemarin, mereka menyatakan bahwa dana prajurit tidak ada masalah dan akan tetap aman. Pak Prabowo pun menghimbau prajurit harus tetap tenang dan tidak ada masalah dengan ini,” Kata Dahnil.

Dahnil memastikan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sangat fokus, dan tak ingin ada prajurit yang dirugikan dengan adanya dugaan korupsi Asabri ini. Sebab, Kemhan sendiri memiliki kepentingan karena semua dana pensiun dan tunjangan hari tua prajurit TNI, POLRI dan PNS Kementerian Pertahanan diletakan di PT Asabri.

Berita Terkait : Kenin Kehilangan Tuah Australia Open

"Dalam kasus ini kita belum bisa memastikan kerugian yang dialami oleh PT Asabri disebabkan adanya korupsi atau gagal investasi. Tapi apabila ada unsur tindakan korupsi didalamnya, harus segera ditindak secara hukum dan tidak boleh ada korban dana prajurit," ujarnya.

Dahnil sendiri mengaku heran dengan adanya pemberitaan yang menyebut kerugian PT Asabri (Persero) akibat dugaan korupsi mencapai Rp40 triliun. Padahal, kata Dahnil, total aset yang dimiliki perusahaan asuransi itu hanya Rp 39 triliun.

"Tapi yang jelas Pak Prabowo menghimbau prajurit harus tetap cool. Tetap santai. Karena dana prajurit aman," tandasnya. [DNU]