Terganjal Nilai Aset, Penyerahan Wisma Atlet Kemayoran Molor Lagi

Wisma Atlet Kemayoran.
Klik untuk perbesar
Wisma Atlet Kemayoran.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Penghitungan nilai aset Wisma Atlet Kemayoran belum juga selesai. Kementerian PUPR dan Sekretariat Negara (Setneg) masih melakukan pendataan asset yang ada di Wisma Atlet Kemayoran, serta melengkapi berkas administrasi serta berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan guna mempercepat proses serah terima aset Barang Milik Negara (BMN) tersebut.

Wisma Atlet yang semula akan disewakan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) ini akan segera diserahkan kepada Setneg, setelah nilai aset Wisma Altet selesai dihitung.

“Kami harap serah terima aset BMN Wisma Atlet Kemayoran kepada Setneg bisa segera terlaksana dalam waktu dekat,” ujar Direktur Jenderal penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, di Jakarta Rabu (22/01).

Menurut Khalawi, proses serah terima aset BMN memang memerlukan waktu. Untuk itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Setneg sebagai pemilik lahan lokasi pembangunan serta Kementerian Keuangan yang mengurusi masalah serah terima aset BMN.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Khalawi juga menyatakan, bahwa saat ini proses pemeliharaan bangunan tingkat tinggi Wisma Atlet Kemayoran masih dilakukan oleh Kementerian PUPR. 

Selain itu, Kementerian PUPR juga melakukan pemeliharaan bangunan gedung serta aset yang ada seperti lift serta berbagai meubelair seperti pendingin ruangan, meja kursi, lemari pakaian serta tempat tidur yang ada di dalam unit rumah susun tersebut.

“Proses pemeliharaan aset BMN Wisma Atlet Kemayoran tetap menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR pasca ajang Asian Games. Hanya saja, saat ini kami sedang melakukan pendataan aset agar proses serah terima ke Setneg dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet Kemayoran setelah proses serah terima, Khalawi mengatakan, itu merupakan kewenangan Setneg selaku pemilik BMN. 

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

“Itu kewenangan Setneg. Kementerian PUPR hanya membangun bangunan tingkat tinggi tersebut, dan melakukan pemeliharaan hingga proses serah terima selesai,” tandasnya. 

Diketahui, Kementerian PUPR sudah menyelesaikan pembangunan Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 10 tower yang terdiri dari tiga tower di Blok C-2 seluas 135.000 meter persegi dan tujuh tower di Blok D-10 seluas 333.700 meter persegi di kawasan Kemayoran. 

Untuk Blok C-2 total unit hunianya 1.932 unit dan Blok D-10 akan memiliki 5.494 unit hunian. Status Kawasan Kemayoran Blok C-2 dan Blok D-10  merupakan aset milik negara atas nama Menteri Sekretariat Negara. Rusun yang dibangun ini merupakan tipe 36 dengan fasilitas dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan tempat cuci jemur. 

Setiap unit Rusun sudah dilengkapi dengan meubelair seperti tempat tidur, lemari pakaian, kursi dan meja tamu, pendingin ruangan dan penghangat air di setiap kamar mandi. [FIK]

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja