Jokowi Mau Naikkan Usia Pensiun Prajurit TNI Jadi 58 Tahun

Presiden Jokowi berfoto bersama dengan peserta Rapat Pimpinan Jajaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan), TNI, dan Polri di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika Kemenhan Jakarta, Kamis (23/1). (Foto: Dok. setkab.go.id)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi berfoto bersama dengan peserta Rapat Pimpinan Jajaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan), TNI, dan Polri di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika Kemenhan Jakarta, Kamis (23/1). (Foto: Dok. setkab.go.id)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi akan menaikkan usia pensiun anggota TNI dari 53 tahun menjadi 58 tahun. Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan pada Rapat Pimpinan Jajaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan), TNI, dan Polri di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika Kemenhan Jakarta, Kamis (23/1). Presiden menerangkan, usia pensiun anggota TNI diatur berdasar Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004/TNI.

Berita Terkait : Jokowi ke Pelaku Ekonomi Digital: Jangan Sampai Indonesia Hanya Jadi Pasar

Pasal 53 Undang-Undang itu menyebutkan, prajurit melaksanakan dinas keprajuritan sampai usia paling tinggi 58 tahun bagi perwira. Namun, bagi bintara dan tamtama dibatasi hanya sampai 53 tahun.

Berita Terkait : Jokowi: 74 WNI Kru Diamond Princess Secepatnya Bakal Dipulangkan

Selain itu, Presiden juga meminta adanya rencana strategis untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. "Ini baik menyangkut penyediaan perumahan, kesehatan, dan tunjangan kinerja," kata Jokowi seperti dikutip antaranews.com.

Berita Terkait : Hari Ini, Presiden Jokowi Bertemu PM Australia dan Pidato di Depan Parlemen

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi prajurit yang bertugas di daerah tersulit seperti di perbatasan. "Saya beberapa waktu lalu ke Natuna, ada markas TNl, kompleks perumahan, yang jelas pemerintah terus berusaha meningkatkan kesejahteraan prajurit dan pensiunan TNI," kata Jokowi. [USU]