Inspeksi Mendadak

Menhub Puji Runway Baru Bandara Soetta

Foto: Humas Kemenhub
Klik untuk perbesar
Foto: Humas Kemenhub

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi mendadak ke landasan pacu atau runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, kemarin.

Hal ini dilakukan untuk melihat optimalisasi pengoperasian runway 3 dan east connection taxiway yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo.

BKS-sapaan akrab Budi Karya, tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Menhub bergegas menaiki menara Air Traffic Controller (ATC) milik Airnav untuk melihat pergerakan pesawat yang akan take off serta landing menggunakan runway 3 dan east connection taxiway.

Berita Terkait : Menhub Bundling Pengelolaan 3 Bandara

Menhub didampingi Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti, Direktur Angkasa Pura ll Muhammad Awaluddin dan Direktur Airnav Indonesia Novie Riyanto.

Menhub mengatakan, keberadaan dua fasilitas tersebut sangat penting untuk meningkatkan pelayanan penerbangan dalam dan luar negeri di Bandara Soetta.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan AP II dan Airnav, karena membuktikan anak bangsa mampu untuk membuat satu bandara dan ATC yang sama kompetitifnya dengan dunia internasional. Saat ini sudah lebih dari 81 take off landing dalam 1 jam sehingga masuk 10 besar bandara tersibuk di dunia," tuturnya.

Berita Terkait : Wabah Corona Tak Ganggu Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini menjelaskan, dalam membangun fasilitas-fasilitas tentunya pihak-pihak terkait seperti Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, AP II dan Airnav telah memperhatikan aspek keselamatan.

"Setelah aspek keamanan penerbangan (safety), selanjutnya yang diperhatikan yaitu aspek nilai ekonomi (efisiensi), dan bagaimana kapasitas penerbangan bisa meningkat," tegasnya.

Sebelumnya, mantan KSAU Chappy Hakim mengkritik pembangunan runway 3. Menurutnya, jarak antara garis tengah runway 3 dengan runway di sampingnya yang telah beroperasi selama ini hanya 500 meter.

Berita Terkait : Apa Pun Yang Terjadi di China, Kita Tahu

Dengan jarak seperti itu, kata Chappy, sesuai dengan regulasi keselamatan penerbangan, kedua runway tak bisa digunakan bersamaan untuk take off dan landing, terlebih pada situasi tertentu seperti cuaca buruk yang mengharuskan pesawat menggunakan pendekatan instrumen (instrument approach). [KPJ]