Masih Ditimbang Menhub

Pemerintah Segera Tutup Seluruh Penerbangan Ke China?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Klik untuk perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi masih menimbang-nimbang untuk menutup semua penerbangan dari Indonesia ke kota-kota di China.

Hal ini terkait semakin mewabahnya virus corona hingga ke luar China. Sejauh ini, larangan terbang dari Kementerian Perhubungan baru dikeluarkan dari dan yang akan menuju ke Wuhan, kota pertama corona mewabah.

BKS-sapaan akrab Budi Karya mengatakan, untuk kota-kota lain di China masih harus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan.

"Kita akan terus mengikuti perkembangan di sana. Sikap pemerintah saat ini adalah melakukan tindakan preventif guna menangkal perpindahan virus dari Wuhan ke Tanah Air," katanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (26/1).

Berita Terkait : Menhub Temui Jemaah Umroh di Bandara Soetta, Semua Tertangani dengan Baik

Sementara itu, Menhub menegaskan, sudah tidak ada penerbangan Indonesia dari dan ke Wuhan. "Kemarin Lion sempat akan mengembalikan penumpang, tapi di sana sudah close, jadi penerbangan yang kembali sudah kosong, clear tidak ada lagi penerbangan ke Wuhan dari mana pun di Indonesia," ungkapnya.

Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini memprediksi larangan terbang ini rencananya akan diberlakukan tiga hingga empat minggu ke depan. Adapun maskapai nasional yang terdampak pelarangan terbang ini adalah Sriwijaya Air dan Lion Air.

"Mungkin bisa sampai tiga minggu atau satu bulan. Kita lihat apa yang terjadi di Wuhan," ucapnya.

Tak hanya dari sektor udara, ia juga memastikan akan mengawasi sektor pelabuhan terkait penyebaran virus corona.

Berita Terkait : Menhub Bundling Pengelolaan 3 Bandara

Sementara, Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mewajibkan beberapa karyawannya menggunakan masker jenis N95.

Awaluddin mengatakan, beberapa karyawan ini yang memilki akses langsung dengan para penumpang, seperti front liner seperti Avsec, petugas kemanan, petugas kebersihan, cleaning service, hingga ground handling.

"Kami lakukan konsolidasi di internal pihak mana saja yang bertugas langsung kena akses front liner itu kami minta mereka gunakan masker N95. Karena mereka yang terdepan bertemu dan memiliki akses terhadap pergerakan penumpang," katanya.

Selain itu, Angkasa Pura II akan memasang dan mengoperasikan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh manusia di semua bandaranya.

Berita Terkait : Dapat Anggaran Rp 43 T, Menhub Pamerin Program ke DPD

Dirinya memastikan kalau alat ini akan berfungsi dan beroperasi dengan baik. "Kami juga adakan operasi bandara karantina untuk mengamati pergerakan penumpang dan kita koordinasikan dengan imigrasi," ujarnya. [KPJ]