Ke Rusia Sudah

Prabowo Kapan Mau Ke Amerika?

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di kantor Menhan Rusia, Selasa (28/1). (Foto: Kemhan RI)
Klik untuk perbesar
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di kantor Menhan Rusia, Selasa (28/1). (Foto: Kemhan RI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah mengunjungi delapan negara, Menhan Prabowo Subianto melanjutkan safarinya ke luar negeri. Kini, giliran Rusia yang dikunjungi Ketua Umum Gerindra itu. Prabowo bertandang ke Rusia pada Selasa (28/1).

Dia langsung, menyambangi kantor Menhan Rusia Sergei Shoigu. Kedatangan eks Danjen Kopassus itu disambut hangat Shoigu. Keduanya terlihat sangat akrab dan langsung melakukan pertemuan.

Usai pertemuan, Shoigu mengatakan, kedua negara berkeinginan untuk meningkatkan kerja sama bilateral. Termasuk dari sisi militer. Shoigu berharap, kerja sama kemitraan strategis antara Rusia dan Indonesia dapat ditandatangani tahun ini. Rusia menilai Indonesia sebagai salah satu partner penting di kawasan Asia Pasifik.

“Interaksi antara kedua negara di bangun berdasarkan persahabatan dan saling percaya. Kami mencatat hal itu merupakan prasyarat untuk mem bawa hubungan bilateral kedua ne gara ke level kemitraan strategis,” ujar Shoigu.

Menurutnya, pertemuan dengan Prabowo juga bermakna penting karena berlangsung jelang 70 tahun usia hubungan diplomasi antara Rusia dan Indonesia. Kemenhan Rusia siap berpartisipasi dalam peringatan HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus 2020.

Berita Terkait : Perkuat Diplomasi Pertahanan, Prabowo Kunjungan Kerja Ke Abu Dhabi

Prabowo mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Shoigu. Dia mengatakan, Indonesia ingin terus meningkatkan hubungan dengan Rusia.

“Kami di Indonesia melihat Rusia sebagai salah satu negara terkuat di dunia. Rusia, atau sebelumnya Uni Soviet, selalu menolong Indonesia di masa-masa sulit, selalu di sisi kami,” tutur Prabowo.

Duta Besar RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi menambahkan, dalam pertemuan kedua Menhan, turut dibahas kelanjutan pembelian belasan jet tempur Sukhoi SU-35. Kontrak pembelian alutsista senilai Rp 16,75 triliun itu tinggal menunggu proses.

“Ya tadi disinggung juga, itu tinggal tunggu proses saja. Masih on. Ya segera setelah persyaratan terpenuhi,” ujarnya.

Selama 2 hari di Moskow Prabowo akan melakukan serangkaian pertemuan dengan kalangan industri pertahanan dan IT, khususnya terkait keamanan siber (cyber security).

Berita Terkait : Hasil Survei, Sandi Mulai Pepet Prabowo dan Anies

Sebelum ke Rusia, Prabowo sudah berkeliling ke delapan negara, yakni Malaysia, Thailand, Turki, China, Jepang, Filipina, Prancis, dan Jerman.

Di jagad Twitter, netizen mengomentari lawatan Prabowo ke negara pimpinan Vladimir Putin itu. Banyak yang berharap agar Prabowo pulang membawa “oleh-oleh” berupa alutsista dari Rusia. Yakni pesawat tempur Sukhoi SU-35 dan rudal S-400.

“Ayo pak @prabowo buktikan kita negara berdaulat dengan bapak membawa pulang SU-35 ama S-400,” cuit @Wahyu_Albatros. “Infokan ke pak @prabowo, jangan pulang kalau gak beli S-400,” imbuh @andiananda123.

Tapi masih banyak juga warganet yang nyinyir. “Jalan-jalan terus keliling dunia dengan alasan mencari alutsista,” komentar @Bohalsinaga. “Weleh weleh, mau nyaingi alm Gusdur ni ye.. keliling dunia,” sambar @MartGugell.

Sementara akun @mossadbinyo menyarankan Prabowo ke Amerika Serikat atau Israel jika ingin Indonesia punya alutsista yang ditakuti. “Pak prabowo..hanya 2 negara yang bisa bikin alustista militer kita bisa kuat dan ditakuti.. kedua negara itu adalah USA dan ISRAEL. Inget itu pak..coba pergi ke sana,” tulisnya.

Berita Terkait : Prabowo Jadi Menteri Terbaik, PDIP: Jokowi Tunjuk Orang TepatĀ 

“Iya pak Prabowo, kapan dong ke AS, negara adidaya dengan persenjataan terkuat di dunia,” sambung @Asong66. “Emang udah boleh Prabowo masuk ke AS? Bukannya pernah dilarang ya?” tanya dia.

Sebelumnya, sebuah laporan harian New York Times pada tahun 2000 mengatakan, Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Prabowo sudah tidak dilarang masuk ke AS.

Dasco mengatakan, sejak menjadi Menhan Prabowo diundang pihak Amerika Serikat berkunjung ke negara mereka. [OKT]