Menkop Minta Koperasi Dilibatkan Dalam Pengembangan Labuan Bajo

Menkop dan UKM Teten Masduki (kanan) bersalaman dengan Ketua Koparri Yosef Tor Tulis di Jakarta, Jumat (31/1). (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Menkop dan UKM Teten Masduki (kanan) bersalaman dengan Ketua Koparri Yosef Tor Tulis di Jakarta, Jumat (31/1). (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo, NTT, tidak hanya dinikmati investor dari luar saja, tapi juga harus melibatkan koperasi. 

"Agar Koperasi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana lewat anggotanya," kata Teten, usai menerima pengurus Koperasi Pariwisata Republik Indonesia (Koparri), di Jakarta, Jumat (31/1).

Ia pun meminta Koparri mengidentifikasi lima produk unggulan di Labuan Bajo untuk dijadikan komoditas unggulan guna mendukung sektor pariwisata. "Program kami fokus dalam pengembangan destinasi wisata, khususnya di sektor homestay, wisata alam, kuliner, suplai kebutuhan hotel dan restoran, hingga suvenir," sebutnya.

Berita Terkait : Menkop Dorong Konglomerasi Koperasi Pondok Pesantren

Ia berharap, Koparri mampu mengkonsolidasikan program-program tersebut di tingkat masyarakat sekitar destinasi wisata. "Kita akan arahkan program pelatihan di destinasi wisata unggulan. Misalnya, untuk meningkatkan kualitas souvenir, apakah perlu kita datangkan desainer untuk melatih para perajin disana? Intinya, harus kita bangun kualitas pusat oleh-oleh, hingga kualitas Tour Guide-nya kita tingkatkan," kata dia.

Bagi Teten, pengembangan sektor pariwisata merupakan program jangka panjang. Sehingga, yang diperlukan adalah vokasi untuk jangka panjang pula. 

Hanya saja, sambung Teten, agar langkah pengembangan destinasi wisata di mana pun, harus berbasis koperasi, bukan perorangan. Ia akan dorong masyarakat di sana untuk tergabung dan membentuk sebuah badan hukum bernama koperasi. 

Berita Terkait : Pastikan Akan Hadir, Menkop UKM Dukung Kongres Askopindo

"Wisata alam sudah banyak dikelola koperasi. Tujuannya, agar kemitraan dengan hotel, restoran, atau pihak lain, bukan lagi dengan perorangan melainkan dengan badan hukum. Sehingga, kepentingan masyarakat akan lebih terlindungi," ujarnya.

Sementara Ketua Koparri Yosef Tor Tulis menjelaskan, koperasi primer nasional yang dipimpinnya sudah memiliki cabang di Lampung dan Labuan Bajo. "Disana, kami akan membina para petani sayur dan buah-buahan untuk mampu mensuplai kebutuhan restoran dan hotel. Begitu juga dengan kerajinan khas daerah disana. Kami akan fokus kesana," papar Yosef.

Menurut Yosef, pihaknya akan menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat di sekitar destinasi wisata di Indonesia. "Kita yang akan membina komunitas-komunitas yang ada disana. Sehingga, bila ada program pelatihan dari pemerintah, akan lebih tepat sasaran," terangnya.

Berita Terkait : BUMN Diminta Berdayakan Koperasi Karyawan

Di Labuan Bajo, lanjut Yosef, ada sekitar 18 komunitas wisata, yang terdiri dari komunitas tenun, kuliner, restoran, petani sayur dan buah-buahan, yang akan dikonsolidasikan oleh Koparri. "Berdasarkan data, anggota mereka mereka itu akan kita ajukan untuk mendapat program pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitasnya," imbuhnya.

Semua program Koppari akan diarahkan pada kemampuan pemenuhan kebutuhan Labuan Bajo. Selama ini, kebutuhan Labuan Bajo dipasok dari luar daerah, seperti dari Bima, Bali, dan Makassar. "Masyarakat Labuan Bajo hanya menjadi penonton. Itu yang akan kita ubah. Kita akan latih petani agar hasilnya bisa sesuai dengan standar hotel dan restoran", tegas Yosef.

Dengan begitu, Yosef berharap, masyarakat Labuan Bajo tidak lagi tertinggal. "Selain itu, para anggota komunitas tersebut akan kita tarik menjadi anggota dari Koparri," pungkasnya. [DWI]