Kemenhub Apresiasi Batik Air Bantu Evakuasi WNI Dari Wuhan

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto mengapresiasi maskapai Batik Air yang telah mendukung upaya evakuasi WNI yang masih berada di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Novie menegaskan, misi evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan merupakan misi kemanusiaan. Untuk itu, Novie mengapresiasi berbagai pihak yang telah ikut mendukung terlaksananya misi tersebut, khususnya kapada maskapai Batik Air.

"Penunjukan Batik Air sebagai operator yang akan mengangkut WNI dari Huabei karena Batik memiliki izin penerbangan rute regular dari Indonesia ke Wuhan," katanya di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Sabtu (1/2).

Berita Terkait : Jokowi Perintahkan Evakuasi 188 WNI Dalam Kapal World Dream

Menurut Novie, dari Indonesia, maskapai yang memiliki izin rute reguler ke Wuhan hanya Sriwijaya dan Lion Grup. Selain itu, misi evakuasi ini akan mengikutsertakan 245 orang WNI termasuk crew pesawat dan tim kesehatan dengan sekali penerbangan, oleh karenanya dibutuhkan operator yang memiliki pesawat wide body dengan kapasitas sesuai kebutuhan.

Batik Air yang menjadi operator pengangkut juga telah dilengkapi fasilitas Cabin Air Filter yang berfungsi untuk menyaring virus tertentu di dalam pesawat, termasuk virus corona.

Para kru juga akan dilengkapi dengan pakaian pelindung yang telah disiapkan oleh lembaga terkait. Proses evakuasi akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri.

Berita Terkait : Menlu Sambut Kedatangan Tim Aju dan Tim Evakuasi WNI Dari Wuhan

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan dukungan maksimimal terhadap pelaksanaan misi dengan memastikan ketersediaan armada pesawat pengangkut WNI dari Huabei," ujarnya.

Novie menjelaskan, evakuasi juga tengah dilakukan oleh sejumlah negara lain terhadap warga negaranya yang kini masih berada di China, khususnya di Wuhan. WHO dan ICAO, telah menetapkan penyebaran virus corona sebagai wabah epidemi.

Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait menjelaskan, usai mengantarkan WNI pulang dari Wuhan ke Indonesia, awak dan pesawat dalam penerbangan tersebut akan dikarantina selama 14 hari. Karantina dilakukan untuk mensterilkan dan mengobservasi pesawat agar tak ada bakteri dan virus yang menempel. 

Berita Terkait : 18 Kru Batik Air Diberi Penghargaan

"Pesawat ini akan kami bersihkan, kami semprot disinfektan juga, sterilisasi, dan sekaligus perawatan," katanya.

Selain pesawat, dua pilot dan sembilan awak kabin lainnya juga akan diobeservasi oleh Kementerian Kesehatan guna memastikan terbebas dari virus tersebut sebelum kembali bekerja.

Edward memastikan, penerbangan ini tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan Kemenhub maupun peraturan dunia dalam rangka keselamatan dan keamanan penerbangan. Awak kabin Batik Air sudah diberikan arahan oleh Kementerian Kesehatan dan menggunakan pakaian khusus untuk memproteksi virus. [KPJ]