Kemenhub Perketat Jalur Laut, Kapal Dari China Yang Akan Berlabuh Wajib Dikarantina

Petugas memasang thermal scanner kepada penumpang kapal yang baru tiba di pelabuhan.
Klik untuk perbesar
Petugas memasang thermal scanner kepada penumpang kapal yang baru tiba di pelabuhan.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Selain melalui udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memperketat pengawasan masuknya virus corona di jalur laut.

Kemenhub mewajibkan karantina pada kapal-kapal dari China yang akan berlabuh ke Indonesia. 

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Ahmad mengatakan, peningkatan pengawasan di pelabuhan ini sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona.

Apalagi, kini sudah ada deklarasi situasi darurat global oleh World Health Organization (WHO) yaitu Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) terkait mewabahnya virus corona.

Berita Terkait : Menhub Temui Jemaah Umroh di Bandara Soetta, Semua Tertangani dengan Baik

“Kami meningkatkan pengawasan terhadap kapal beserta muatannya dari China yang masuk ke Pelabuhan di Indonesia untuk mengantisipasi adanya virus Corona. Per hari ini," kata Ahmad dalam keterangan resminya, Minggu (2/2).

Menurutnya, PHEIC memiliki arti darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional ini merujuk pada peristiwa luar biasa yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Adapun skenario yang diterapkan adalah untuk setiap kapal yang masuk ke Indonesia secara langung dari China diharuskan berlabuh di zona karantina untuk dilakukan pemeriksaan secara ketat oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Jika ada yang suspect terjangkit virus Corona maka akan dilakukan penanganan dan tindakan medis secara khusus sesuai standar dan prosedur yang dikeluarkan oleh KKP," ujarnya.

Berita Terkait : Kemenag Pantau Jemaah Umroh yang Tertahan di Bandara

Selain itu, untuk kapal kunjungan ocean going perlu melampirkan Voyage memo 10 pelabuhan terakhir pada saat melaporkan kedatangan kapal ke kantor KKP di pelabuhan. Apabila pelabuhan terakhir kapal tersebut sempat singgah di China akan dilakukan pemeriksaan secara ketat.

Ahmad mengatakan, Ditjen Perhubungan Laut dan KKP telah memasang thermal scanner untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang yang dipasang pada area kedatangan di pelabuhan yang melayani rute internasional.

“Setiap penumpang yang baru tiba utamanya yang berasal dari negara terjangkit seperti China dan Hong Kong harus melewati thermal scanner untuk mengetahui suhu tubuhnya. Bila tinggi maka petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan," jelas Ahmad.

Sebagai contoh, di Batam. Pelabuhan-pelabuhan yang melayani kedatangan internasional telah memasang alat thermal scanner di pintu masuk internasional seperti Pelabuhan Sekupang, Harbour Bay, Tanjung Priok, Tanjung Balai Karimun, Bintan dan pelabuhan lainnya.

Berita Terkait : Ditunjuk Kemenhub, Pelindo lll Layani Jasa Pandu Di 3 Selat

Selain itu, di pelabuhan untuk melakukan identifikasi pelayaran dari China dan Hong Kong serta melakukan sosialisasi kepada petugas pelabuhan untuk dapat mengenali secara dini gejala penyakit dan melaporkannya kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan.

“Jika ada penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuhnya di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam, sesak napas dan memiliki riwayat perjalanan dari China atau Hong Kong, petugas pelabuhan harus langsung berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus," pungkasnya. [KPJ]