Mahfud MD Tentang Menteri Rasa Presiden

``Pak Prabowo Ya Menteri Rasa Menhan, Ha..ha..ha...``

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: Sophan Wahyudi/RM)
Klik untuk perbesar
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: Sophan Wahyudi/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam politik, tak ada musuh abadi. Dulunya, Prabowo adalah rival Jokowi. Tapi kini, satu barisan di Pemerintahan. Presiden menunjuk Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, yang koordinasi pekerjaannya di bawah Mahfud MD, sebagai Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Tentu banyak yang penasaran, bagaimana gaya komunikasi Mahfud kepada Prabowo. Meskipun secara struktural, Mahfud adalah atasan Prabowo, tetapi mantan Pangkostrad itu adalah menteri yang kategorinya istimewa. Ada yang menyebut dia sebagai menteri rasa presiden. Benarkah begitu?

“Sebagai Menko Polhukam, saya punya bawahan Menhan, yakni Bapak Prabowo Subianto. Memang ada spekulasi menyebut, Pak Prabowo dan Pak Mahfud itu berbeda jalur politik, sehingga bakal ada political barrier. Tetapi ternyata enggak, Pak Prabowo itu tentara, dan tentara itu umumnya sportif,” kata Mahfud MD kepada Tim Rak yat Merdeka dan RMco.id: Kiki Iswara Darmayana, Ratna Susilowati, Kartika Sari, Firsty Hestyarini, M Faqih Mubarok dan Sophan Wahyudi, yang mewawancarainya di rumah dinasnya, Jakarta, Rabu (29/1) petang.

Hubungan Mahfud dan Prabowo memang tergolong menarik. Di Pil pres 2014, Mahfud MD berada di barisan capres Prabowo-Hatta, dengan posisi sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional. Sedangkan di Pilpres lalu, dia pindah haluan. Mahfud berada di barisan pendukung Jokowi-KH Maruf Amin.

Berita Terkait : Perkuat Diplomasi Pertahanan, Prabowo Kunjungan Kerja Ke Abu Dhabi

Menggambarkan sikap sportif Prabowo Subianto, Mahfud MD menceritakan begini: “Saking sportif-nya Pak Prabowo, saya pernah meminta kepada beliau, ingin ketemu dan menghadap. Malah, Pak Prabowo mengatakan, jangan. Katanya, saya yang menghadap Bapak. Saya kan bawahannya Bapak. Bapak pemimpin saya, kata Pak Prabowo, sambil tangannya memberi sikap hormat begitu. Dan betul, dia akhirnya datang ke kantor saya,” kisah Mahfud.

Melanjutkan ceritanya, Mahfud menjelaskan,“Pak Prabowo dalam pertemuan itu bilang: pemimpin saya dalam tugas ini, ada dua, yaitu Presiden dan Menko Polhukam. Sedangkan mitra saya dalam urusan luar negeri, Ibu Menlu.”

Begitulah Prabowo. Selain sportif, menurut Mahfud, Prabowo juga tidak jumawa dan sangat baik. Dalam rapat, jika tak bisa hadir, dia akan mengirim wakil (Wakil Menteri Pertahanan-red), tetapi tetap concern dengan hasil rapat dan menjalankannya.

Jadi, apakah benar Prabowo itu menteri rasa presiden? Mahfud menjawab,“Enggak lah. Menurut saya, Pak Prabowo ya menteri rasa Menhan, ha...ha...ha...”

Berita Terkait : Jokowi: Tidak!

Menurut Mahfud, Prabowo juga sangat memahami bidang tugasnya. “Pak Prabowo di posisi yang tepat. Pas di bidangnya. Dia paham urusan persenjataan, sehingga tak bisa dibohongi. Dia akan tahu kalau ada anggaran yang berlebihan, akan dia potong,” ujarnya.

Mahfud pernah menjadi Menteri Pertahanan di era Presiden Gus Dur, sehingga memahami bagaimana tugas dan cara kerja di kementerian tersebut.

“Saya agak takjub dengan Pak Prabowo. Ketika Rapim di Kemenhan, ada pameran produksi alutsista dalam negeri. Di setiap stand pabrik, ada petugas yang menjelaskan tentang senjata yang diproduksi. Hebatnya Pak Prabowo, dia bisa menjelaskan lebih cepat dari petugasnya.

Misalnya, senjata A, ini kecepatannya sekian, jarak jangkaunya sekian. Sangat tepat. Itu artinya dia menguasai. Saya senang, dia berarti tak mudah ditipu orang,” beber mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Berita Terkait : Mahfud MD Setuju Evakuasi WNI dari Wuhan

“Kalau saya, nggak tahu apa-apa soal alat persenjataan, mungkin saja ya mudah tertipu. Kalau Pak Prabowo enggak akan bisa ditipu. Dia pasti bisa menghitung. Dengan sejumlah anggaran yang dikeluarkan pemerintah, kita akan dapat apa dan dapat berapa banyak persenjataan.

Itulah bagusnya Pak Prabowo, profesional dan perfect di bidangnya. Pak Prabowo juga pro industri alutsista dalam negeri. Itu memang sejalan dengan Pemerintah.

Komitmen kita, membeli alutsista produk dalam negeri. Kalau tidak diproduksi di dalam negeri, akan membeli dari luar dengan harga yang wajar,” puji Mahfud. ***