Minimalkan Dampak Ekonomi Virus Corona

Jokowi Perintahkan Menteri Kebut Belanja Anggaran

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishutama memberikan keterangan pers usai Sidang Kabinet Paripurna tentang Antisipasi Dampak Perekonomian Global di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).
Klik untuk perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishutama memberikan keterangan pers usai Sidang Kabinet Paripurna tentang Antisipasi Dampak Perekonomian Global di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Untuk meminimalkan dampak virus corona secara ekonomi, Presiden Jokowi memerintahkah seluruh kementerian dan lembaga negara kebut pencairan belanja anggaran. 

Perintah ini diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, saat memberikan Keterangan Pers usai Sidang Kabinet Paripurna (SKP) tentang Antisipasi Dampak Perekonomian Global di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/2). 

Berita Terkait : Wabah Corona Tak Ganggu Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Menurut Sri Mulyani, penyebaran virus corona berdampak signifikan terhadap perekonomian China. Jika China batuk, berikutnya kawasan sekitar dan juga global bisa ikutan demam. 

Untuk itu, lanjut Menkeu, Presiden meminta seluruh kementerian membuat beberapa langkah untuk melindungi perekonomian Indonesia. Di antaranya dengan mempercepat pencairan belanja anggaran. “Termasuk menggunakan anggaran belanja ini untuk mendukung pariwisata,” tegas Sri Mulyani.  

Berita Terkait : Apa Pun Yang Terjadi di China, Kita Tahu

Menurut Menkeu, dirinya telah melaporkan di kabinet mengenai posisi pencairan anggaran sampai 10 Februari 2020. Berbagai belanja kementerian/lembaga, tambah Menkeu, di luar belanja pegawai yang biasanya dalam bentuk gaji dan tunjangan, yakni belanja barang dan modal mengalami kenaikan, namun masih bisa dipacu lebih cepat lagi. 

“Termasuk dalam hal ini kementerian PUPR yang sudah melakukan belanja yang cukup besar pada Februari ini dalam bentuk belanja modal. Itu adalah salah satu indikasi yang bagus,” ujar Sri Mulyani. 

Berita Terkait : Gegara Virus Corona, Presiden Minta Insentif Pariwisata Segera Disiapkan

Kementerian Keuangan, menurut Menkeu, juga meminta kepada seluruh kementerian/lembaga mempercepat belanja terutama yang bisa dieksekusi secara cepat dan langsung mempengaruhi masyarakat, termasuk belanja Dana Desa. 

“Sampai dengan tanggal 10 ini sudah lebih dari Rp 586 miliar dana desa yang sudah kita cairkan untuk lebih dari 1.490 desa,” sambungnya. Ini, menurut Menkeu, lebih tinggi dibandingkan Februari tahun lalu yang pencairannya hanya 317 miliar. [KRS]